Picu Kematian, Ini Sederet Dampak Buruk Mengonsumsi Daging Anjing Bagi Kesehatan

- Senin, 25 Oktober 2021 | 14:53 WIB
Anjing. (foto: pixabay)
Anjing. (foto: pixabay)


SUARAMERDEKA.COM – Tak sedikit masyarakat Indonesia yang masih mengonsumsi daging anjing walau sudah ada larangan dalam Undang-Undang No.18 Tahun 2012 Tentang Pangan.

Pasal (1) undang-undang itu menyebutkan bahwa anjing tidak termasuk hewan yang bisa dikonsumsi karena bukan merupakan sumber hayati produk peternakan, pertanian dan sejenisnya.

Selain dilarang dalam undang-undang, mengonsumsi daging anjing juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Baca Juga: Latar Belakang Peristiwa Sumpah Pemuda dalam Kacamata Sejarah

Daging anjing memiliki kandungan natrium yang tinggi yang dapat memicu tekanan darah naik.

Anjing yang tidak divaksin berisiko menularkan rabies pada manusia, terlebih lagi jika mengonsumsi dagingnya yang dapat menyebabkan kematian.

Dalam tubuh anjing terdapat berbagai macam bakteri berbahaya seperti E.Coli 107, Salmonella, Antraks, Hepatitis, Leptospirosis dan Trichinellosis yang dapat menyebabkan infeksi.

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira yang terdapat di urine atau darah hewan.

Manusia yang terkena Leptospirosis mempunyai gejala demam tinggi, sakit kepala, pendarahan, nyeri otot, mengigil, mata merah dan muntah.

Baca Juga: Memulai Karir Sebagai Travel Blogger, Lakukan 6 Cara Ini Agar Menuai Sukses

Jika tidak segera mendapat penanganan, Leptospirosis dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan hati, bahkan kematian.

Trichinellosis merupakan salah satu parasit yang terdapat padda tubuh anjing. Parasit ini dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah.

Masih banyak peternak atau pemelihara anjing yang menggunakan antibiotik dan vaksin untuk mencegah penularan penyakit pada anjing.

Beragam faktor dapat membuat penyakit dengan mudah menular dari satu anjing ke anjing lainnya.

Baca Juga: Gus Yasin Minta Santri Nusantara Berkontribusi dalam Penanggulangan Bencana

Pada umumnya, antibiotik dan vaksin disuntikkan secara sembarangan dan tidak sesuai prosedur, asal anjing-anjing tersebut tidak terkena penyakit.

Antibiotik yang berada dalam tubuh anjing dapat menjadi ancaman serius bagi manusia yang mengonsumsinya.

Tidak bisa disangkal jika mengonsumsi daging anjing sudah menjadi tradisi di beberapa daerah di Indonesia.

Maka dari itu untuk mendukung kampanye menolak makan daging anjing, kita bisa mengikuti organisasi pecinta satwa atau menandatangi petisi yang disediakan organisasi serupa.

Halaman:
1
2
3

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X