Santri Harus Mampu Berkontribusi di Dunia Digital

Rosikhan
- Sabtu, 31 Oktober 2020 | 02:17 WIB
Foto: suaramerdeka.com/Dok
Foto: suaramerdeka.com/Dok

SEMARANG, suaramerdeka.com Hari santri menjadi momentum penting bagi para santri khususnya dalam memperkuat nilai karakter dan semangat juang para ulama untuk diimplementasikan dalam kehidupan.

Rektor Universitas Islam Negri (UIN) Walisongo Semarang Prof. Imam Taufiq mengatakan, seorang santri harus mempunyai komitmen kebangsaan. Santri harus berkomitmen untuk merawat, menjaga, dan menata Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Santri harus menjadi garda terdepan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

“Sosok santri harus mempunyai jiwa dan komitmen kebangsaan, santri mampu juga harus mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebagai rumah yang harus dirawat, dijaga, dan ditata bersama. Dalam hal ini santri juga diharapkan mampu tampil menjadi garda terdepan dalam mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” Kata Prof Imam yang juga Wakil Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah saat membuka Refleksi Kebangsaan Santri, Jumat (30/10)

Baca Juga: Hari Santri Nasional, Momentum Jaga Persatuan dan Kuatkan Gotong Royong

Dalam kesempatan acara Refleksi Kebangsaan Santri yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah 75 (KKN-DR 75)  Program Unggulan UIN Walisongo Semarang, ia juga berharap, dengan adanya refleksi kebangsaan santri ini dapat bermanfaat dan memberikan wawasan generasi santri agar melek digital.

“Harapanya setiap pesantren dan elemen santri banyak yang mampu berkontribusi secara nyata lewat media digital. Sehingga hasil nyata yang dapat diperoleh adalah menjadi generasi yang melek digital,” ujar Pengasuh Pesantren Darul Falah Besongo Semarang.

Ketua Panitia Refleksi Kebangsaan Santri, M. Aulia Rizal F mengatakan, kegiatan yang mengankat tema “Santri Millenial, Sigap di Era Digital” sebagai muhasabah dan menjadi salah satu motivasi bagi santri agar sigap di era digital.

“Refleksi Kebangasan Santri ini dimaksud sebagai muhasabah atau intropeksi dan motivasi bagi santri agar sigap di era digital. Supaya ketika menghadapi arus dunia digital tidak lena dan ketergantungan oleh dunia digital,” kata Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.

Dikatakan, acara ini menjadi puncak serangkaian acara Hari Santri 2020 Program Unggulan KKN DR 75 Kolaborasi kelompok 52, 53, dan 54 yang dihadiri oleh beberapa narasumber profesional

Halaman:

Editor: Rosikhan

Terkini

Starbucks Keluarkan Versi 'BJPS' Ada Varian Apa Saja?

Sabtu, 24 September 2022 | 15:59 WIB
X