Mengenal Toxic Femininity yang Menimpa Perempuan Indonesia, Bahaya Serta Cara Mencegahnya

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 13:40 WIB

suaramerdeka.com – Toxic femininity sudah menjadi bagian dari stigma yang melekat terhadap perempuan Indonesia.

Keharusan terhadap suatu pekerjaan yang dikhususkan hanya dilakukan oleh perempuan terus menjadi polemik, mengingat kesetaraan gender terus digemakan.

Dilansir dari psychologytoday.com, toxic femininity adalah tuntutan sosial bagi perempuan untuk mengekspresikan sifat-sifat stereotip feminine.

Baca Juga: Stres Bisa Dialihkan ke Hal-hal yang Positif, Simak Pemicu dan Cara Mengatasinya

Sifat itu di antaranya seperti pasif, empati, sensualitas, kesabaran, kelembutan, dan penerimaan yang mengakibatkan individu mengabaikan kebutuhan mental atau fisik mereka untuk menopang orang-orang di sekitar mereka.

Feminitas beracun atau toxic femininity adalah ketika seseorang bekerja untuk keuntungan orang lain (hampir selalu untuk laki-laki) tetapi merugikan dirinya sendiri.

Itu bisa muncul sebagai bentuk depresi, kelelahan, atau solusi yang sangat tidak logis untuk masalah yang kompleks.

Baca Juga: Mengenal Enam Manfaat Daun Binahong untuk Kesehatan

Secara ringkas, toxic femininity merupakan standar yang dianggap normal oleh masyarakat tentang hal-hal yang harus dilakukan dan dimiliki oleh perempuan.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Dia Manfaat Buah Nangka bagi Kesehatan

Sabtu, 4 Desember 2021 | 23:24 WIB
X