Layanan Kesehatan Jiwa Perlu Perhatian Serius, 90 persen Belum Merata

- Senin, 11 Oktober 2021 | 09:48 WIB
Dr Warih Andan Puspitosari. (suaramerdeka.com / dok)
Dr Warih Andan Puspitosari. (suaramerdeka.com / dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Kesadaran masyarakat Indonesia terkait kesehatan mental saat ini cukup baik, namun, layanan kesehatan jiwa belum merata.

Data menunjukan 90 persen orang di Indonesia belum mendapatkan penanganan yang tepat untuk masalah kesehatan mentalnya di enam bulan pertama.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY), Dr Warih Andan Puspitosari mengungkapkan hal itu dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang jatuh 10 Oktober setiap tahunnya.

Menurut Warih, sesehatan fisik harus diimbangi dengan kesehatan jiwa yang bagus, agar hidup menjadi lebih damai dan tenang.

Baca Juga: Sinergi Tanggulangi Bencana, Polres Grobogan, Kodim dan BPBD Gelar Latihan Bersama

Masalah kesehatan jiwa atau mental merupakan salah satu permasalahan yang serius yang harus menjadi perhatian bersama semua pihak.

"Kesehatan mental di Indonesia cukup baik, namun penanganannya belum merata. Jika dibandingan dengan masalah kesehatan fisik, permasalahan kesehatan jiwa dan mental di Indonesia sangat terlihat jauh kesenjangannya," tutur Warih.

Ia menilai kesadaran masyarakat Indonesia terkait kesehatan mental cukup baik.

Buktinya, banyak platform digital, organisasi dan LSM yang bergerak di bidang kesehatan mental.

Baca Juga: Sinergi DMI Kota Pekalongan - Kospin Jasa, 10 Ahli Waris Takmir Masjid di Pekalongan Terima Santunan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Khawatir Mata Minus? Waspadai 5 Gejala Ini  

Kamis, 28 Oktober 2021 | 17:16 WIB

Reguk Kesegaran Buah Semangka, Tiga Manfaat bagi Tubuh

Selasa, 26 Oktober 2021 | 06:54 WIB

Alasan Mengapa Sikat Gigi Sebelum Tidur Itu Penting

Senin, 25 Oktober 2021 | 07:01 WIB
X