Mampir Sejenak, Menparekraf Ingin Bangun Pariwisata Temanggung

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 11:58 WIB
 Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bertemu dengan Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq serta segenap warga saat mampir ke Temanggung dan menyampaikan banyak wacana guna memajukan pariwisata di Temanggung. (suaramerdeka.com/Asef Amani)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bertemu dengan Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq serta segenap warga saat mampir ke Temanggung dan menyampaikan banyak wacana guna memajukan pariwisata di Temanggung. (suaramerdeka.com/Asef Amani)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno atau Sandiaga Uno sudah acap kali melewati Temanggung, tapi belum sempat mampir dan berbagi cerita.

Kali ini, pada Rabu, 6 Oktober 2021 malam, bukan hanya sekadar singgah sejenak di Bumi Tembakau.

Melainkan Sandi menyampaikan ketertarikannya untuk membangun wisata di Temanggung.

Dia mengaku tertarik berkunjung ke situs liyangan yang menurut sejarah, situs candi Liyangan yang peradabannya jauh lebih dulu dibandingan candi Borobudur.

"Karena candi Borobudur menjadi satu destinasi super prioritas dan kami sedang membangun pola perjalanan atau travel patren dan dari cerita/history bahwa candi Liyangan merupakan nenek moyangnya candi Borobudur ini sangat menarik sekali," ujarnya.

Menurutnya, Temanggung sangat potensial untuk dijadikan objek wisata selain situs sejarah candi Temanggung juga mempunyai produk ekonomi kopi yang berkelas dan wisata alam terutama Gunung.

Namun, masalahnya Temanggung saat ini hanya dijadikan tempat singgah, ke depan dirinya berjanji akan menyelenggarakan event Duathlon melewati Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro yang merupakan bagian dari Indonesia Tirathlon Series 2022.

Ia juga akan mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Temanggung di pusat perbelanjaan di FX Sudirman dan Plaza Indonesia di Jakarta.

"Ketiga desa wisata di sini kami prioritaskan untuk dijadikan pola perjalanan untuk G-20 yang akan diselenggarakan di Borobudur tahun depan," katanya.

Sementara itu, Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq menyampaikan, ada 60 jenis kesenian tradisional dari 1.750 Kelompok kesenian.

Disebutkannya, mayoritas masyarakat Temanggung pandai dalam memainkan seni, terutama seni tari.

"Masyarakat Temanggung jika ada bunyi gamelan tidak perlu latihan sudah pandai menari. Jangan-jangan DNA-nya adalah seniman nenek moyangnya orang seniman," ungkapnya.

Temanggung, kata Al Khadziq, merupakan tempat festival kesenian bahkan setiap tahun dalam satu desa bisa menyelenggarakan 2 hingga 3 kali event kesenian.

Maka, potensi desa wisata dan festival wisata di Temanggung ini sangat potensial meski masih dalam sekala kecil.

"Ini tugas kami sebagai pemerintah agar kesenian kami kembangkan sebagai industri pariwisata," jelasnya.

Saat ini pelaku seni di Temanggung tumbuh dengan swadaya masyarakat belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Mereka pelaku seni untuk membeli gamelan dengan harga Rp.600 juta hinga Rp1 Miliyar mereka patungan sendiri, baru belakangan pemerintah bisa membantu itupun tidak banyak," tuturnya.

Namun bupati mengapresiasi masih berjalannya kesenian tradisioanal dengan semangat seniman daerah untuk mempertahankan budaya.

Sehingga cita-cita membangun Temanggung sebagai kota Festival Kesenian bisa terwujud.

Selain dalam hal kesenian, Temanggung juga sangat potensial dalam pengembangan sprot toursiem, terutama dalam olahraga pendakian gunung.

"Sangat bisa Temanggung dijadikan wisata sepeda gunung (dwon hils), motror cross, apalagi sandiaga pak menteri juga ketua dari Tirathlon," katanya.

Bupati berharap penyelenggaran event yang tertunda karena pademi bisa segera kembali hidup ditambah dengan kedatangan Sandiaga Uno bisa menjadi motivasi bagi pelaku seni dan pariwisata.

Halaman:
1
2
3

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Negara Terbaik di Asia yang Harus Anda Kunjungi

Selasa, 11 Januari 2022 | 06:00 WIB
X