Trauma Masa Kecil Penting untuk Diperhatikan, Berikut Penjelasanya

- Minggu, 3 Oktober 2021 | 13:09 WIB
Trauma seorang anak kecil. (foto: pixabay)
Trauma seorang anak kecil. (foto: pixabay)

suaramerdeka.com - Sebagian besar orang beranggapan bahwa seseorang akan dengan mudah melupakan masa lalu sewaktu dia masih kecil.

Seiring berjalannya waktu kejadian-kejadian yang dialami sewaktu kecil akan dilupakan begitu saja.

Namun ternyata, ada sebagian kenangan tak dapat dilupakan semudah itu oleh seseorang.

Baca Juga: Menjaga Imunitas dan Pola Makan Selama Pandemi

Kenangan-kenangan yang bersifat menakutkan, mengancam dan menyakitkan, akan terekam dalam memori otak dan sulit untuk dilupakan.

Seperti halnya kenangan pernah mengalami kecelakaan, bencana alam, pengalaman buruk terhadap sesuatu, tinggal di lingkungan yang berbahaya, dan menjadi korban perceraian orang tua hingga kekerasan.

Kenangan-kenangan ini lantas akan menimbulkan trauma masa kecil pada seseorang.

Baca Juga: Manfaat Air Rendaman Ketumbar untuk Kesehatan

Trauma mendalam pada masa lampau, seperti halnya trauma masa kecil dapat berpengaruh negatif dalam kehidupan seseorang.

Jika dibiarkan dan tidak ditangani dengan baik, ini akan menjadikan luka batin yang tak kunjung sembuh dan berpengaruh jangka panjang saat dewasa.

Pemilik trauma masa kecil akan terus dihantui, pasalnya trauma membuat emosinya terus bergejolak saat dihadapkan pada pemicunya.

Trauma masa kecil minumbulkan dampak serius diberbagai aspek kehidupan seseorang.

Yaitu meliputi dampak pada kesehatan fisik, dampak pada kesehatan mental, dampak pada hubungan, dampak pada emosi, dan dampak pada perilaku.

Dampak yang dirasakan akibat trauma masa kecil pada kesehatan fisik dapat berupa gangguan tidur, gangguan makan, sistem imun yng buruk, perkembangan otak lambat, hingga berisiko penyakit kardiovaskular.

Dampak akibat trauma masa kecil pada kesehatan mental dapat berupa gangguan kecemasan, stress, depresi, self esteem yang rendah, Post-traumatic Stress Disorder (PPTSD) atau gangguan stres pasca trauma hingga yang paling berbahaya adalah muncul keinginan mengakhiri hidup.

Dalam menjalin hubungan seseorang dengan trauma masa kecil akan kesulitan dalam menjalin pertemanan, mengalami trust issues, hingga prilaku menghindar dari lingkungan sosial.

Seseorang yang sedang dihantui trauma masa kecil akan sulit untuk mengendalikan emosi.

Sehingga orang tersebut akan menjadi sulit untuk berkonsentrasi dan menjadi gelisah.

Tak hanya itu seseorang tersebut juga sering menyalahkan diri sendiri, hal ini membuatnya menjadi mudah stress.

Stress dan depresi pasca trauma yang dialami seseorang yang memiliki trauma masa kecil, pada titik tertentu akan menjadikan seseorang tersebut memilih untuk melampiaskan emosinya pada sesuatu yang dinilai mampu mengalihkan perhatiannya dari trauma yang dialami.

Jika tidak ditangani dengan baik, akan memungkinkan seseorang memilih jalan yang salah dalam melampiaskan stress dan depresinya seperti; menjadi pelaku bullying, penyalahgunaan obat terlarang, hingga terjerumus ke dalam pergaulan bebas.

Diperlukan waktu yang cukup lama untuk dapat sembuh dari trauma dan harus diiringi dengan tekat kuat dari dalam diri seseorang yang memiliki trauma untuk sembuh dari trauma masa kecil tersebut.

Jika termasuk diantara orang-orang yang memiliki trauma masa kecil, cobalah untuk jujur dengan apa yang dirasakan, perlahan-lahan percayalah pada diri sendiri bahwa dapat mengikhlaskan semua yang telah terjadi.

Usahakan berada dalam support system yang tepat.

Lingkungan yang baik akan membuat semakin mudah untuk menenangkan dari kenyataan pahit yang telah kamu alami dimasa lalu.

Mintalah bantuan tenaga profesional jika kamu merasakan trama masa kecilmu muali mengganggu kehidupan. (mg2)

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Terkini

Ini Olah Raga yang Tren Selama Pandemi Covid-19

Jumat, 31 Desember 2021 | 11:25 WIB

Ini Khasiat Buah Naga untuk Redakan Batuk dan Flu

Selasa, 28 Desember 2021 | 21:29 WIB
X