Pandemi Beri Efek Psikologis bagi Anak, Waspadai Dampak Buruk Gawai

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 08:12 WIB
Ilustrasi anak-anak. (suaramerdeka.com / dok)
Ilustrasi anak-anak. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Harus diakui bahwa pandemi yang telah berlangsung selama hampir dua tahun ini turut memberikan efek psikologis bagi anak.

Tanpa disadari, anak telah menjadi korban tersembunyi dari dampak pandemi.

Hal itu diungkapkan psikolog Yayasan Heart of People, Yohana Theresia, dalam webinar bertajuk "Soft Skill Apa yang Dibutuhkan di Era Digital”.

Dikatakan, dari sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2020, ditengarai adanya peningkatan permasalahan perilaku dan masalah akibat paparan stres di kala pandemik saat ini.

Baca Juga: Mendampingi Anak 'Back to School'

"Beberapa masalah yang timbul antara lain menarik diri dari keramaian (withdrawal), gangguan somatik atau somatic symptom disorder (munculnya gejala dari tubuh akibat kecemasan yang berlebihan), agresi, depresi maupun masalah perilaku lainnya," ujar Yohana.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak lebih dikarenakan beberapa faktor pencetus, seperti ruang bergerak yang terbatas, pendidikan berkualitas yang belum merata, orang tua yang sibuk, serta kondisi psikologi yang tidak stabill.

"Maka timbul cara instan yang banyak diambil orang tua untuk mengatasi hal tersebut dengan memberikan gawai kepada anak.

Padahal pemberian gawai bukannya tanpa dampak," paparnya.

Baca Juga: Angka Covid-19 Turun, Megawati Minta Masyarakat Tak Abai Protokol Kesehatan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X