Pandemi Covid-19 Perparah Resiko Penyakit Kardiovaskular

- Selasa, 28 September 2021 | 18:48 WIB
Cardiovascular/Ilustrasi Pexels.com
Cardiovascular/Ilustrasi Pexels.com




YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Penyakit kardiovaskular menjadi pembunuh nomer satu di dunia. Tiap tahun tercatat 18,6 juta kematian penderita penyakit tersebut.

Penyebabnya beragam mulai dari merokok, diabetes, hipertensi, obesitas hingga polusi udara. Kondisi yang kurang umum seperti penyakit chagas, dan amiloidosis jantung juga bisa menjadi pemicu.

"Di tengah pandemi Covid-19, 520 juta orang di dunia yang hidup dengan penyakit kardiovaskular kondisinya sangat mengkhawatirkan. Mereka lebih beresiko mengalami penyakit yang parah," kata Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Cabang Yogyakarta Irsad Andi Arso, Selasa 28 September 2021.

Baca Juga: Langgar Aturan, Pelaku Usaha Dapat Dikenai Denda Rp1 Miliar

Memperingati Hari Jantung Sedunia tanggal 29 September, dia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang resiko penyakit kardiovaskular termasuk penyakit jantung, dan stroke. Mengusung tema Use Heart to Connect, slogan ini mendorong setiap orang untuk memelihara jantung mereka sebaik mungkin.

Salah satu caranya dengan memanfaatkan teknologi digital untuk pengelolaan penyakit.

"Telehealth memiliki peran penting dalam era pandemi ini. Krisis kesehatan menyadarkan kita untuk menemukan cara yang berbeda dan inovatif untuk menghubungkan masyarakat dengan akses kesehatan jantung," paparnya.

Diharapkan dengan mendidik masyarakat tentang pengendalian faktor risiko seperti penggunaan tembakau, pola makan tidak sehat dan aktivitas fisik, setidaknya 80 persen kematian dini akibat penyakit jantung dan stroke dapat dihindari.

Baca Juga: Megawati Minta Para Kepala Daerah PDIP Siapkan Peta Jalan Tanggap Bencana

Sementara itu, Ketua Jogja Cardiology Update 2021, Dyah Wulan Anggraheni mengatakan, acara ilmiah ini merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan oleh Perki setiap tahun. Pada tahun ini, acara diadakan tanggal 9-12 Desember.

Sesuai dengan tema, rangkaian workshop dan simposium tersebut bakal membahas berbagai macam kemajuan ilmu jantung dan pembuluh darah yang kini telah merambah teknologi digital.

"Meskipun kondisi pandemi, pengembangan ilmu kardiologi tidak lantas surut. Harapan kami, para praktisi dan dokter spesialis maupun umum bisa ikut berpartisipasi," katanya.

Halaman:
1
2

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Olah Raga yang Tren Selama Pandemi Covid-19

Jumat, 31 Desember 2021 | 11:25 WIB

Ini Khasiat Buah Naga untuk Redakan Batuk dan Flu

Selasa, 28 Desember 2021 | 21:29 WIB
X