Ketahanan Pangan Dapat Terancam, Kurangi Limbah Makanan dengan Mengolah Sisa Makanan di Dapur

- Sabtu, 25 September 2021 | 13:06 WIB
Ilustrasi mengolah makanan sisa. (suaramerdeka.com / dok)
Ilustrasi mengolah makanan sisa. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menurut data The Economist pada tahun 2016, satu orang Indonesia membuang sekitar 300kg limbah makanan

Jumlah tersebut berhasil membuat Indonesia menempati posisi kedua pada kontestasi negara penghasil limbah makanan di dunia.

Untuk mengatasi problematika tersebut, tak hanya usaha dari industri penghasil makanan yang perlu melakukan kontrol produksi dan distribusi, namun, usaha dari setiap individu juga sangat berarti.

Kirin #SisaBisa merupakan rangkaian acara dari Kirin untuk mengingatkan masyarakat bahwa makanan yang tersisa dari dapur masing-masing tidak perlu terbuang sia-sia dan berakhir menjadi limbah makanan.

Baca Juga: Airlangga-Cak Imin Olah Raga Bersama Sembari Bertukar Pikiran dan Bahas Pandemi Covid-19

Melainkan, makanan tersebut dapat diolah kembali menjadi hidangan baru.

Eka Arli Chandra selaku Corporate Brand Manager Kirin mengatakan, mengurangi limbah makanan merupakan salah satu cara untuk menjaga ketahanan pangan.

"Event Kirin #SisaBisa ini diharapkan dapat memberi kesadaran dan pengetahuan kepada masyarakat mengenai upaya yang bisa kita lakukan untuk mengurangi limbah makanan, yakni dengan memanfaatkan makanan sisa di dapur untuk diolah kembali menjadi hidangan baru yang kaya rasa,” kata dia.

Acara Kirin #SisaBisa dipandu oleh Putri Habibie, Guru Masak Selebriti di LadyBake Cooking Class, sekolah masak bagi para pemula yang baru mulai belajar memasak.

Baca Juga: Sambut Hari Tani, API Jateng Gelar Istighotsah dan Doa Bersama di 15 Titik

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menikmati Hangatnya Ronde di Eks Garasi Bus Esto

Sabtu, 1 Januari 2022 | 06:45 WIB
X