PAP Smear, Metode Membantu Deteksi Kanker Serviks

- Rabu, 22 September 2021 | 07:12 WIB
PAP Smear. (foto: Alomedica)
PAP Smear. (foto: Alomedica)

suaramerdeka.com - Kanker serviks menjadi ketakutan bagi kaum wanita di seluruh dunia.

Menurut data Kementerian Kesehatan, di Indonesia setidaknya sejumlah 15.000 wanita terkena kanker serviks setiap tahunnya sekitar 8.000 kasus meninggal dunia.

Kanker ini muncul karena infeksi Human Papillomavirus Virus (HPV) yang tidak disadari dan minimnya edukasi terkait pencegahan.

Baca Juga: Anak-anak Juga Bisa Terserang Kanker, Kenali Jenisnya

Walaupun penyembuhannya yang cukup sulit akan tetapi tidak menutup kemungkinan memiliki peluang kesembuhan tinggi.

Menggunakan metode Inspeksi Visual dengan menggunakan Asam Asetat (IVA) atau metode Pap Smear.

Sebagai pengingat, PAP Smear hanya dilakukan pada wanita yang sudah melakukan hubungan seksual terutama usia 30-50 tahun.

Baca Juga: Rempah-rempah Jenis Ini Makin Berkhasiat Jika Diolah dengan Benar

Tujuannya untuk menemukan lesi prakanker dan perubahan sel leher rahim.

PAP Smear hanya bisa dikonsulasikan pada dokter spesialis kandungan dan kebidanan.

Dilansir dari Instagram resmi Yayasan Kanker Indonesia (@yayasankankerid) PAP Smear dilakukan tiap 3 tahun sekali pada wanita umur 21 tahun ke atas.

Sementara wanita usia 30-65 dilakukan tiap 5 tahun sekali bila hasil tes normal.

Bagi wanita yang berisiko tinggi terkena kanker rahim tidak dianjurkan melakukan pemeriksaan IVA dengan ciri-ciri

1. Penderita HIV

2. Memiliki kekebalan tubuh lemah

3. Menunjukan hasil abnormal (lesi prakanker) pada pap smear sebelumnya

4. Pengguna obat Dietilstilbestrol (DES)

Pada proses pemeriksaan PAP Smear, dokter akan memasukan alat spekulum untuk membuka vagina untuk mengambil sample di leher vagina.

Setelah berhasil mengambil cairan sample akan diperiksa di laboratorium, hasil tes tersebut bisa diketahui pada hari selanjutnya.

Pasien yang mendapat hasil positif disarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjut dengan kolposkopi.

Efek samping dari pemeriksaan ini hanyalah rasa tidak nyaman saat pemeriksaan.

Tujuan dilakukan pemeriksaan dini untuk menunjukan dugaan munculnya lesi prakanker dan mengetahui adanya perubahan sel leher dalam rahim.

Sesuai pepatah tentang kesehatan “Lebih baik mencegah daripada mengobati”. (mg4)

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Manfaat Lumut Laut untuk Kesehatan dan Kecantikan

Kamis, 25 November 2021 | 23:16 WIB

6 Minuman Ini Bersihkan Ginjalmu

Kamis, 25 November 2021 | 20:55 WIB

Inilah Tujuh Cara Menghilangkan Bau Badan Secara Alami

Kamis, 25 November 2021 | 08:53 WIB

Wasapadai, Ini Gejala Leukemia pada Orang Dewasa

Kamis, 25 November 2021 | 06:57 WIB

Kerupuk itu Jahat, Begini Penjelasan Pakar Gizi

Rabu, 24 November 2021 | 21:25 WIB

Ini Manfaat Teh Pisang untuk Kesehatan

Rabu, 24 November 2021 | 08:23 WIB
X