Karies Jadi Momok, Dokter Gigi Didorong Berinovasi

- Selasa, 21 September 2021 | 06:55 WIB

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Karies dan penyakit jaringan pulpa masih menjadi penyakit gigi dengan prevalensi tertinggi di Indonesia.

Bahkan, sekitar 60-90 persen kasus karies gigi terjadi pada anak-anak.

Sehingga perlu mendapatkan perhatian semua pihak.

Baca Juga: Mengenal Gejala The Silent Killer bagi Wanita, Kanker Serviks

Menurut Ketua Pengurus Pusat Ikatan Konservasi Gigi Indonesia (Ikorgi) Wignyo Hadriyanto, tingginya prevalensi karies dan pulpa di Indonesia salah satunya dipicu tingginya konsumsi karbohidrat.

"Karbohidrat dapat menjadi penyebab munculnya karies. Padahal kalau kondisi gigi pasien karies tidak dipertahankan dengan jalan konservasi, akan berkembang menjadi pupla yang terkadang menimbulkan rasa sakit pada gigi," katanya saat gelar jumpa pers terkait kegiatan Kongres Nasional IKORGI XII dan Temu Ilmiah Nasional IKORGI (TINI) V di Yogyakarta, Senin, 20 September 2021.

Kondisi tersebut diperparah dengan pandemi Covid-19 yang mengakibatkan pasien takut datang ke dokter gigi.

Baca Juga: Waspada Covid-19 Saat Pergi ke Pusat Perbelanjaan, Perhatikan 5 Tips Berikut

Padahal secara nasional, penyakit pulpa merupakan kasus rawat inap terbesar di Indonesia.

Ironisnya, sampai saat ini persoalan itu belum teratasi.

Karena kebiasaan orang datang ke dokter gigi sudah dalam keadaan sakit.

"Yang tidak sabar, memilih cara mencabut gigi. Padahal cara seperti itu bisa menyebabkan masalah dikemudian hari," ujarnya. 

Pemerintah melalui departemen konservasi gigi di perguruan tinggi berupaya mendorong dokter gigi untuk berinovasi mengatasi masalah tersebut.

Dokter gigi bidang konservasi juga didorong mengikuti Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran Gigi untuk mengejar ketertinggalan saat ini.

Penyelenggaraan event temu ilmiah ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan ilmu pengetahuan dan ketrampilan bagi semua anggota Ikorgi.

Kegiatan ini juga bermanfaat sebagai ajang publikasi hasil penelitian maupun standar pelayanan kesehatan di bidang konservasi gigi.

Baik teknologi restorasi maupun endodontik.

Ketua Panitia TINI V Hendargo Agung Pribadi menjelaskan, kegiatan TINI V sedianya digelar secara offline pada Desember 2020.

Namun dikarenakan pandemi maka baru bisa digelar pada September ini.

Event yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali ini antara lain diisi agenda seminar, pengabdian masyarakat, hands on, kegiatan ketrampilan, kongres, dan kolegium konservasi gigi.

"Pandemi tidak menyurutkan semangat kami untuk tetap mengembangkan diri dalam keilmuan konservasi gigi terkini," katanya.

Pada agenda TINI ke-V, pembicara yang dihadirkan berasal dari dalam dan luar negri.

Para pembicara merupakan pakar di bidang konservasi gigi, lintas bidang keilmuan, dan klinisi.

Terdapat lebih dari 100 narasumber short lecture yang mempresentasikan tentang keilmuan lainnya.

"Mereka memberikan edukasi kepada lebih dari ratusan masyarakat umum melalui pengabdian masyarakat secara virtual, serta lebih dari 20 kelas kegiatan ketrampilan," paparnya.

Panitia event, Prisca Bernadeti mengatakan pada TINI V tahun ini diikuti oleh 1.142 peserta dengan 20 seri webinar.

Kegiatan juga diisi dengan pameran produk alat kesehatan gigi melalui website ikorgitini.com atau digelar secara virtual.

Panitia memberikan teknologi Analytic Intelligence di mana para vendor dental supplier bisa memiliki data pengunjung booth beserta produk-produk vendor dental supplier yang diminati oleh peserta.

"Temu ilmiah kali ini juga memberikan sistem Flash Sale untuk membantu meningkatkan penjualan produk kedokteran gigi yang ditawarkan oleh vendor dental supplier. Dengan cara seperti ini, para vendor dental supplier mempunyai bank data untuk meningkatkan penjualan mereka secara online," ujar Prisca.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Budaya Hidup Sehat, Ini Tips Cegah Gigi Berlubang

Minggu, 28 November 2021 | 18:39 WIB

Ini Manfaat Lumut Laut untuk Kesehatan dan Kecantikan

Kamis, 25 November 2021 | 23:16 WIB

6 Minuman Ini Bersihkan Ginjalmu

Kamis, 25 November 2021 | 20:55 WIB

Inilah Tujuh Cara Menghilangkan Bau Badan Secara Alami

Kamis, 25 November 2021 | 08:53 WIB

Wasapadai, Ini Gejala Leukemia pada Orang Dewasa

Kamis, 25 November 2021 | 06:57 WIB

Kerupuk itu Jahat, Begini Penjelasan Pakar Gizi

Rabu, 24 November 2021 | 21:25 WIB

Ini Manfaat Teh Pisang untuk Kesehatan

Rabu, 24 November 2021 | 08:23 WIB
X