Menjaga Kecukupan Hidrasi Penting bagi Ibu Hamil dan Menyusui

- Senin, 20 September 2021 | 06:15 WIB
Konferensi Daring Obstetri dan Ginekologi yang diselenggarakan Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran secara virtual. (suaramerdeka.com / dok)
Konferensi Daring Obstetri dan Ginekologi yang diselenggarakan Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran secara virtual. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Air memiliki peran yang sangat penting bagi tubuh, termasuk bagi ibu di masa kehamilan dan menyusui.

Namun faktanya, dua dari lima ibu hamil dan satu dari dua ibu menyusui di Indonesia tercatat belum tercukupi kebutuhan minum hariannya.

Data ini menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan hidrasi atau air minum bagi ibu di masa kehamilan dan menyusui masih seringkali terlupakan.

Padahal di masa tersebut justru kebutuhan cairan bagi ibu akan semakin meningkat untuk menunjang masa kehamilan yang sehat serta kualitas dan kuantitas ASI.

Baca Juga: TPQ Plus Masjid Al Qodar Sendangmulyo Dibangun, Peletakan Batu Pertama oleh Mantan Gubernur Jateng Ali Mufiz

Hal itu disampaikan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG(K), MPH pada Konferensi Daring Obstetri dan Ginekologi yang diselenggarakan Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran secara virtual pada 19 September 2021.

“Menjaga kecukupan hidrasi selama kehamilan dan menyusui merupakan hal yang sangat penting," kata dia.

Dijelaskan, pada masa kehamilan, kandungan air pada ibu hamil akan meningkat dari 6L menjadi 8L.

Selain itu, volume darah akan meningkat sekitar 40 hingga 50 persen, serta dibutuhkan 500 sampai 1.500 ml cairan untuk pembentukan air ketuban serta sekitar 500 ml cairan untuk mendukung fungsi placenta.

Baca Juga: Tim Timor Polres Magelang Kota Tahan Pelajar Terduga Aksi Tawuran

"Sementara itu, pada masa menyusui, 87 hingga 90% ASI terdiri dari air, jadi kecukupan hidrasi akan sangat berpengaruh pada kualitas dan kuantitasnya dan secara langsung akan berdampak pada status hidrasi bayi.”

Menurut beliau, ibu hamil dan menyusui yang kurang konsumsi air dan mengalami dehidrasi akan menunjukkan gejala seperti sakit kepala, sembelit, sulit konsentrasi, mudah mengantuk, lemas, mulut kering, dan produksi ASI akan berkurang.

“Minum lebih banyak air akan dapat mengurangi keluhan mual dan muntah, konstipasi, infeksi saluran kemih, serta resiko penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung dan penyakit ginjal selama masa kehamilan," kata dia.

Tidak kalah pentingnya, konsumsi air yang cukup juga akan berpengaruh pada kondisi janin.

Baca Juga: Teknologi Tepat Diterapkan Kampus Guna Tunjang Pertanian Organik

Kondisi hidrasi ibu yang baik akan mendukung proses sirkulasi janin dan membantu proses produksi cairan ketuban.

"Cairan ketuban yang cukup akan mengurangi potensi bayi lahir prematur, cacat bawaan, dan bayi lahir dengan berat badan rendah,” tambah Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG(K), MPH.

Sejalan dengan penjelasan tersebut, Ahli Obstetri dan Ginekologi FK UI dan RSCM Jakarta, Prof. Dr. dr. Budi Imam Santoso SpOG (K) menjelaskan bahwa status kecukupan hidrasi juga akan mencegah terjadinya oligohidramnion yang merupakan kondisi berkurangnya cairan amnion atau ketuban pada masa kehamilan.

“Pada kondisi oligohidramnion, secara kuantitatif, volume cairan amnion atau cairan ketuban yang dimiliki oleh ibu tersebut kurang dari 500 mL atau memiliki angka ICA (Indeks Cairan Amnion) kurang dari 5 cm," tuturnya.

Secara umum, prevalensi oligohidramnion pada ibu hamil berada di angka 3-5% dan umumnya terjadi pada trimester ketiga.

"Oligohidramnion dapat disebabkan oleh berbagai etiologi. Minum cukup air dengan jumlah yang direkomendasikan yaitu Antara 1500-2500 mLdapat membantu memperbaiki ICA pada kondisi oligohydramnion,” paparnya.

Dr. dr. M. Alamsyah Aziz, Sp.OG( K )-KFM,KIC,Mkes, sebagai moderator pada sesi ilmiah ini juga mengingatkan kembali bahwa saat kehamilan sangat perlu memperhatikan jumlah air minum serta kualitasnya untuk mendukung kehamilan yang sehat.

Berdasarkan Permenkes RI nomor 28 tahun 2019, dan juga atas rekomendasi POGI ( Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia) dianjurkan bagi ibu hamil mengonsumsi 8-10 gelas perhari dan 10-12 gelas perhari bagi ibu menyusui.

Nutrition & Science Director Danone-Aqua, dr. Tria Rosemiarti juga turut menjelaskan, untuk menjaga kecukupan hidrasi dan memastikan kuantitas asupan air harian.

Lalu, biasakan untuk selalu menyediakan air di setiap aktivitas baik dirumah, dilokasi kerja, ataupun di perjalanan.

Selain itu biasakan juga untuk meminum setidaknya satu gelas air setelah bangun dan sebelum tidur.

Perhatikan juga saat-saat dimana tubuh membutuhkan air lebih banyak serta jangan menunggu haus untuk minum untuk mencegah terjadinya dehidrasi.’

“Penting juga memperhatikan kualitas air yang di konsumsi. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan 492/2010, air minum yang baik memiliki kriteria tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa dan tidak mengandung zat-zat berbahaya,” tutupnya.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Budaya Hidup Sehat, Ini Tips Cegah Gigi Berlubang

Minggu, 28 November 2021 | 18:39 WIB

Ini Manfaat Lumut Laut untuk Kesehatan dan Kecantikan

Kamis, 25 November 2021 | 23:16 WIB

6 Minuman Ini Bersihkan Ginjalmu

Kamis, 25 November 2021 | 20:55 WIB

Inilah Tujuh Cara Menghilangkan Bau Badan Secara Alami

Kamis, 25 November 2021 | 08:53 WIB

Wasapadai, Ini Gejala Leukemia pada Orang Dewasa

Kamis, 25 November 2021 | 06:57 WIB

Kerupuk itu Jahat, Begini Penjelasan Pakar Gizi

Rabu, 24 November 2021 | 21:25 WIB
X