Menjaga Kecukupan Hidrasi Penting bagi Ibu Hamil dan Menyusui

- Senin, 20 September 2021 | 06:15 WIB
Konferensi Daring Obstetri dan Ginekologi yang diselenggarakan Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran secara virtual. (suaramerdeka.com / dok)
Konferensi Daring Obstetri dan Ginekologi yang diselenggarakan Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran secara virtual. (suaramerdeka.com / dok)

"Sementara itu, pada masa menyusui, 87 hingga 90% ASI terdiri dari air, jadi kecukupan hidrasi akan sangat berpengaruh pada kualitas dan kuantitasnya dan secara langsung akan berdampak pada status hidrasi bayi.”

Menurut beliau, ibu hamil dan menyusui yang kurang konsumsi air dan mengalami dehidrasi akan menunjukkan gejala seperti sakit kepala, sembelit, sulit konsentrasi, mudah mengantuk, lemas, mulut kering, dan produksi ASI akan berkurang.

“Minum lebih banyak air akan dapat mengurangi keluhan mual dan muntah, konstipasi, infeksi saluran kemih, serta resiko penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung dan penyakit ginjal selama masa kehamilan," kata dia.

Tidak kalah pentingnya, konsumsi air yang cukup juga akan berpengaruh pada kondisi janin.

Baca Juga: Teknologi Tepat Diterapkan Kampus Guna Tunjang Pertanian Organik

Kondisi hidrasi ibu yang baik akan mendukung proses sirkulasi janin dan membantu proses produksi cairan ketuban.

"Cairan ketuban yang cukup akan mengurangi potensi bayi lahir prematur, cacat bawaan, dan bayi lahir dengan berat badan rendah,” tambah Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG(K), MPH.

Sejalan dengan penjelasan tersebut, Ahli Obstetri dan Ginekologi FK UI dan RSCM Jakarta, Prof. Dr. dr. Budi Imam Santoso SpOG (K) menjelaskan bahwa status kecukupan hidrasi juga akan mencegah terjadinya oligohidramnion yang merupakan kondisi berkurangnya cairan amnion atau ketuban pada masa kehamilan.

“Pada kondisi oligohidramnion, secara kuantitatif, volume cairan amnion atau cairan ketuban yang dimiliki oleh ibu tersebut kurang dari 500 mL atau memiliki angka ICA (Indeks Cairan Amnion) kurang dari 5 cm," tuturnya.

Secara umum, prevalensi oligohidramnion pada ibu hamil berada di angka 3-5% dan umumnya terjadi pada trimester ketiga.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tujuh Obat Alami Ini Ampuh Atasi Sariawan

Minggu, 5 Desember 2021 | 23:24 WIB

Ini Dia Manfaat Buah Nangka bagi Kesehatan

Sabtu, 4 Desember 2021 | 23:24 WIB
X