Masih Rendah Kesadaran Peternak Berikan Obat Cacing pada Ternaknya

- Minggu, 19 September 2021 | 07:52 WIB
Muchlas YA. (foto: suaramerdeka.com/dok)
Muchlas YA. (foto: suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Para pelaku ternak hewan besar seringkali terlambat dalam bertindak saat ternaknya seperti sapi, kambing atau kerbau terindikasi kasus parasit berupa cacing.

Cacing adalah parasit yang ikut makan sari sari makanan yang dimakan oleh ternak.

Akibatnya ternak kekurangan gizi dengan ciri ciri badan kurus, bulu kusam dan lain-lain.

Baca Juga: Menjaga Kesehatan Tubuh itu Penting. Simak Tips Nutrisi dari WHO!

Jenis-jenis cacing bisa berada di saluran cerna, hati, paru, jantung, bahkan mata.

Menurut drh. Mukhlas Yasi Alamsyah, praktisi hewan besar,

"Perilaku peternak, apabila melihat cacing di kotoran baru sadar dan membeli obat cacing. Padahal itu sudah terlambat, ternak sudah diserang oleh cacing. Karena
cacing bisa dicegah dengan pemberian obat cacing secara berkala, dimulai dengan pedet baru lahir. Minimal sebelum usia tiga bulan minum obat cacing sebanyak dua-tiga kali setelah itu diulangi tiga-enam bulan sekali," kata supervisor PT Eka Farma Semarang ini, minggu, 19 September 2021.

Kesadaran memberikan obat cacing kepada ternak masih rendah, padahal kerugian yang ditimbulkan sangat besar terutama pada produksi.

Baca Juga: Ini Tiga Mitos Diet Sesat yang Perlu Kamu Tahu

PT Eka Farma Produsen obat lokal Indonesia, yang sudah memproduksi obat hewan selama 52 tahun bisa memahami kondisi dari para peternak saat kesulitan cari obat. 

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X