Rilis Film Raya and the Last Dragon, Pembuat Sediakan Ruang Diskusi

Red
- Rabu, 3 Maret 2021 | 10:09 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

UNGARAN, suaramerdeka.com - Menjelang rilis film animasi Raya and the Last Dragon produksi Walt Disney Animation Studios serentak seluruh dunia pada Jumat (5/3), pembuatnya telah menyediakan ruang diskusi  untuk memahami bagaimana proses kreatif di balik pembuatannya, melalui kegiatan masterclass.

Jadwal diskusi berlangsung di Los Angeles dan beberapa negara di Asia termasuk di Indonesia ini diikuti oleh Qui Nguyen dan Adele Lim selaku penulisnya. Animasi ini mengangkat kisah kepahlawaan berkultur Asia. Kegiatan diskusi berlangsung pada Selasa (2/3) di Studio Dreamlight World Media (DWM) diikuti para karyawan.

"Dengan mengikuti jadwal masterclass film ini diharapkan agar para animator atau siapa pun peminat animasi akan memiliki berbagai wawasan betapa membuat sebuah karya (film) animasi itu membutuhkan kerjasama antar divisi" kata Larissa Nugroho, Chief Creative Official DWM, Selasa (2/3).

Memimpin jalannya diskusi, Larissa lebih jauh menuturkan, pentingnya keseriusan dalam riset untuk menghidupkan karakter sebuah karya animasi. "Perlu waktu selama enam tahun untuk membuat film sekaliber Raya and the Last Dragon ini,"  ujar Larissa.Nugroho.

 

Editor: Andika

Tags

Terkini

Kabayan Milenial Bersinar Tayang 25 September di TVRI

Senin, 20 September 2021 | 22:25 WIB

Serj Tankian Gambarkan Kegelisahan Politik di Armenia

Minggu, 19 September 2021 | 14:15 WIB

Film 'Luca' , Sosok Monster Laut yang Ramah

Rabu, 15 September 2021 | 10:16 WIB
X