• KANAL BERITA

Niniek L Karim: Media Sangat Sakti Sekali

Niniek L Karim. (suaramerdeka.com/Benny Benke)
Niniek L Karim. (suaramerdeka.com/Benny Benke)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Media mempunyai peran yang sangat penting sekali bagi masyarakat. Untuk membuat peran media selaras dengan kebutuhan informasi masyarakat dibutuhkan pendekatan psikologis.

Demikian dikatakan aktris senior dan pengajar psikologi dari Universitas Indonesia, Niniek L Karim, dalam Workshop Kritik Film Tingkat Lanjutan. Yang dimulai dari tanggal 9-11 Mei di Jakarta.

Dengan judul makalah berjudul Memahami Psikologi dem Kritik Film yang Jitu, Niniek mengatakan, bahwa pada dasarnya Everybody is naive psychologist. Dia menambahkan, psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku yang tampil dan tidak tampil dari seseorang.

Oleh karenanya, berdasar pemahaman bahwa setiap orang adalah psikolog, Niniek berharap kritik film yang dilakukan jurnalis film, harus berdasarkan ilmu pengetahuan. "Kita harus membedah suatu film secara bertanggung jawab, ilmiah dan mendalam," katanya.

Turunannya, psikologi media akan sangat bisa membantu usaha mengkritisi film secara bertanggung jawab. Dengan memahami Psikologi Media, bahkan bila perlu cabang psikologi lainnya, pesan yang ingin disampaikan oleh sebuah kritik film akan lebih tepat, tajam dan jitu.

Workshop Kritik Film Tingkat Lanjutan, sebelumnya dibuka oleh Kepala Sub Bidang Apresiasi dan Penghargaan Pusbangfilm Kemendikbud, Robert mewakili Kepala Pusbang film, Maman Wijaya.

Workshop Kritik Film yang diikuti 40 jurnalis film nasional itu, dan bekerja sama dengan Pokja Kritik Film, menghadirkan sejumlah narasumber yang ahli dalam bidangnya masing-masing.

Dari Wartawan dan Ahli Hukum, Wina Armada Sukardi, dengan materi Pentingnya pemahaman Hak Cipta Kreatif: Pengayaan Wawasan untuk Kritikus Film dan Teknik Penulisan Kritik Film.

Lalu pengamat film Marselli Sumarno dengan tema Peran Institusi Pendidikan dalam Membangun Kritik Film. John DeRantau membahas Penyutradaraan dan Semiotika Film. Pengamat film dan militer Prof Dr Salim Said tentang Sejarah Perfilman dan Perkembangan Kritik Film di Indonesia.

Bre Redana dengan tema Perkembangan Teknologi Pers dan Kritik Film. Remy Sylado, mengusung tema Pentingnya Memahami Kebudayaan bagi Kritikus Film. Serta dipamungkasi oleh Prof David Hanan, peneliti dan pengamat film Indonesia, dengan tema Keistimewaan Budaya dalam Film Indonesia: Bhinneka Tunggal Ika.


(Benny Benke/CN40/SM Network)