• KANAL BERITA

Pelawak Gogon Tutup Usia

TENDA: Pekerja mendirikan tenda di depan kediaman almarhum Gogon di Dukuh Bukurireng, Desa Bendan, Kecamatan Banyudono, Selasa (15/5). (Foto suaramerdeka.com/Joko Murdowo)
TENDA: Pekerja mendirikan tenda di depan kediaman almarhum Gogon di Dukuh Bukurireng, Desa Bendan, Kecamatan Banyudono, Selasa (15/5). (Foto suaramerdeka.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Pelawak senior Margono alias Gogon meninggal dunia dalam usia 58 tahun, Selasa (15/5). Komedian tersebut menghembuskan napas terakhir di Lampung pukul 05.00.

Saat Suara Merdeka mengecek kediaman Gogon di Dukuh Bukurireng, Desa Bendan, Kecamatan Banyudono, terlihat sejumlah kerabat duduk di teras rumah sisi timur. Sebagian lagi terlihat menghubungi kerabat melalui ponsel. Almarhum direncanakan dimakamkan di pemakaman Bukurireng, Rabu (16/5) pukul 11.00.

Menantu Gogon, Wahyuningsih alias Nining membenarkan kabar duka tersebut. Dia kaget mendapat telepon dari suaminya yang juga anak lelaki Gogon, Ari Mustika yang memberitahu perihal meninggalnya mertuanya pukul 05.00.

“Bapak pentas di Lampung pada Senin (14/5) malam bersama suami saya, Ari Mustika,” katanya.

Dijelaskan, usai pentas, rombongan langsung pulang dan menginap di hotel terdekat bandara. Hal itu untuk mengantisipasi agar tidak terlambat cek ini di bandara mengingat pesawat dijadwalkan terbang pukul 07.40.

“Mendadak, almarhum mengeluhkan sakit dan langsung dibawa ke rumah sakit. Ternyata tidak tertolong hingga kemudian meninggal.”

Disinggung tentang pesan terakhir almarhum, Wahyuningsih langsung tertunduk. Beberapa kali tangannya mengusap air matanya. Dia mengaku masih sempat mengantarkan almarhum bersama suaminya, Ari Mustika yang akan berangkat ke Lampung.

“Bapak dan mas Ari berangkat lewat bandara Yogya, Minggu (13/5).”

Sembari terisak, Nining kaget karena almarhum selama perjalanan senantiasa bercerita tentang kematian. “Saya sempat mengingatkan agar bapak bercerita hal- hal lain, namun beliau tetap bercerita tentang kematian itu. Bapak juga meminta agar kami semua tetap rukun.”

Manajer Gogon, Itheng ikut bersedih. Diakui, dirinya tidak ikut ke Lampung karena ada pekerjaan lain yang tidak bisa ditinggalkan. Namun, dirinya sempat ikut mengantarkan Gogon ke Lampung lewat bandara Adisucipto, Yogya.

Apakah Gogon sempat mengeluhkan sakit ? Itheng menggelengkan kepala. Hanya saja, diungkapkan, sejak beberapa waktu terakhir, dia sering mengeluhkan sesak napas. Sesak napas dialami jika kelelahan usai pentas.

“Kalau terlalu lelah, lalu mengeluh sesak napas. Tetapi dibawa ke dokter lalu sembuh. Bapak juga sudah berhenti merokok sejak setahun terakhir.”

Rekan sesama komedian, Gombloh mengaku kaget mendengar kabar dua tersebut. Dia terakhir ditelepon almarhum untuk diajak pentas di Lampung. Namun dirinya tidak bisa memenuhi ajakan lantaran ada pentas sendiri di Wonogiri.

“Tak dinyana, itu pembicaraan kami yang terakhir.”

Gombloh menilai Gogon adalah sahabat yang setia. “Itu sudah terasa sejak dia dan Gogon serta pelawak Sugeng masuk grup lawak Srimulat tahun 1985 lalu. Dia orang suka menolong dan ringan tangan.” 


(Joko Murdowo/CN19/SM Network)