• KANAL BERITA

Miles Films Gandeng Ernest Prakarsa

Chand,  Mira,  Ernest. (suaramerdeka.com/dok)
Chand, Mira, Ernest. (suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Film Ada  Apa  dengan  Cinta?  telah  menjadi  salah  satu  film  Indonesia  yang  diklaim memberikan perubahan  besar  bagi  wajah  perfilman  Indonesia. Tidak  hanya  kisah  cintanya  yang  terasa dekat  dengan  remaja,  para  pemainnya  juga  mencuri  perhatian.  

Berselang  14  tahun  dari  film pertamanya,  saat  sekuelnya  dirilis  pada  28  April  2016,  Ada  Apa  dengan  Cinta  2?  berhasil meraih  penonton  hingga  3,6  juta  dan  menempatkannya  sebagai  film  terlaris  kedua  pada  tahun 2016  kemarin. Hal  ini  membuktikan  bahwa  para  penonton  film  Indonesia  masih  mencintai Cinta,  Rangga,  Carmen,  Maura,  Milly,  dan  Mamet.   

Besarnya  perhatian  terhadap  karakter-karakter  Ada  Apa  dengan  Cinta?  ini  membuat Mira  Lesmana selaku produser tertarik  untuk  memperpanjang  nafas  dua  karakternya. 

Mereka  adalah  Milly  dan  Mamet.  Ada  alasan  khusus  kenapa  kedua  tokoh  ini  yang  diangkat. “Karakter  Milly  selalu  mencuri  perhatian  dan  dicintai  banyak  orang.  Saat  di  AADC  2  kami memutuskan  membuat  Milly  dan  Mamet  menjadi  suami-istri,  banyak  orang  yang  excited. Penggemar  AADC  penasaran  bagaimana  sampai  mereka  ‘jadian’  dan  seperti  apa  kehidupan mereka  berdua  di  luar  keberadaan  geng  Cinta.  Akhirnya,  kami  putuskan  untuk  membuat  cerita khusus  tentang  Milly  &  Mamet, ” ujar Mira Lesmana di Jakarta,  akhir pekan kemarin. 

Tidak  ingin  setengah-setengah,  Mira  Lesmana  bekerja  sama  dengan  Starvision  untuk memproduksi  film  ini.  Tongkat  penyutradaraan beralih  ke  tangan  Ernest  Prakasa.  Komika sekaligus  sutradara  ini  terbukti  mampu  menghasilkan  film-film  yang  tidak  hanya  bagus  secara kualitas,  tapi  juga  ditonton  oleh  jutaan  orang.  

“Sejak  nonton  Ngenest,  saya  yakin  betul  dengan  bakat  penyutradaraan  Ernest.  Saat  ide untuk  membuat  kisah  Milly  &  Mamet  muncul,  film  Cek  Toko  Sebelah  belum  tayang  di  bioskop. Seusai  nonton  Cek  Toko  Sebelah,  saya  dan  Riri  yakin  betul  Ernest  akan  menjadi  sutradara  yang paling  cocok  untuk  menyutradarai  Milly  &  Mamet, ” imbuh Mira. 

Kepercayaan  dari  Mira  Lesmana  dan  Riri  Riza  bagaikan  berkah  bagi  Ernest Prakasa.  “Saya  mengagumi  Mira  Lesmana  dan  Riri  Riza  sebagai  duo  yang  punya  kreativitas, keberanian  dalam  berinovasi,  serta  kepedulian  yang  tulus  terhadap  kemajuan  perfilman Indonesia.  Karena  AADC  adalah  salah  satu  karya  paling  fenomenal  di  sejarah  layar  lebar Indonesia,  saya  berharap  bisa  memenuhi  ekspektasi  penonton  yang  sudah  menyukai  film-film saya  sebelumnya dan memberikan  kontribusi  dan  warna  baru  di  dunia  AADC,” ujar Ernest. 

Ernest  sendiri  belum  mau  membocorkan  banyak  hal  mengenai  proyek  Miles  Films  dan Starvision  ini.  “Untuk  pemerannya,  selain  Sissy  dan  Dennis,  saya  belum  bisa mengumumkannya  sekarang.  Untuk  syutingnya  sendiri,  rencananya  akan  dimulai  di  bulan Agustus  dengan  mengambil  lokasi  mayoritas  di  Jabodetabek," katanya.  

Setali tiga uang,  Chand Parwez Servia dari Starvision berharap film Milly dan Mamet akan mendapatkan sambutan hangat dari penonton, karena telah mempunyai ikatan yang kuat dengan memori publik. "Apalagi yabg nyutradarai Ernest," katanya.  


(Benny Benke/CN40/SM Network)

  • Tags
Berita Terkait
Komentar