• KANAL BERITA

Widyawati Terima Piala FFAP

Widyawati menerima piala sebagai artis pembantu terbaik di  Festival Film Asia Pafisik  (Asia Pasific Film Festival) tahun 2020  dari Deddy Mizwar disaksikan Firman Bintang dan Manoj Punjabi. (suaramerdeka.com/Benny Benke)
Widyawati menerima piala sebagai artis pembantu terbaik di Festival Film Asia Pafisik (Asia Pasific Film Festival) tahun 2020 dari Deddy Mizwar disaksikan Firman Bintang dan Manoj Punjabi. (suaramerdeka.com/Benny Benke)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Setelah secara resmi ditetapkan sebagai artis pembantu terbaik di  Festival Film Asia Pasifik  (Asia Pasific Film Festival) tahun 2020  yang diselenggarakan pada 5 - 9 Januari di Macau, Widyawati akhirnya menerima piala tersebut secara langsung.

Bertempat di ruang Sinematek, Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI) Jakarta, Widyawati mengatakan sangat berbangga menerima piala FFAP itu, berkat aktingnya di film Ambu.

"Siapapun yang mendapatkan pernghargaan pasti bersyukur. Ini adalah kemenangan untuk kita semua," kata Widyawati di Sinematek, Kamis (16/1/2020) mengucapkan terima kasih kepada Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI)  yang menyertakan film Ambu di ajang FFAP 2020.

Meski bahagia dengan raihan pialanya, Widyawati mengaku secara bersamaan tetap masygul.  "Tapi ada tapinya. Karena film Ambu tidak beredar di seluruh Indonesia. Hanya di DKI dan Jabar.  Kenapa bisa begini ya. Mudah mudahan ke depannya tidak ada film Indonesia yang tidak dapat beredar di seluruh Indonesia," katanya menambahkan.

Sebelumnya Ketua Umum PPFI Deddy Mizwar melayangkan apresiasinya atas capaian Widyawai,  yang dikenalnya sudah sangat lama sekali.

"Mbak Widyawati dalam usianya yang sangat matang, masih menunjukkan prestasi yang luar biasa. Sekaligus mengukuhkan keartisannya di Indonesia," katanya.

Pujian senada dia tujukan kepada Garin Nugroho, yang diwakilkan oleh Teuku Rifnu Wikana. Yang filmnya berjudul “Kucumbu Tubuh Indahku,” atau “Memories of My Body”, berhasil meraih predikat cerita asli terbaik.

"Garin juga memberikan catatan tersendiri. Dia boleh sedikit mendapatkan penghargaan di Indonesia, tapi tidak untuk di mancanegara," kata Deddy Mizwar.

Teuku Rifnu Wikana, yang juga berlakon dalam film Kucumbu..menyampaikan permintaan maaf

Ifa Isfansyah selaku produser dan Garin Nugroho selaku sutradara yang tidak bisa hadir untuk menerima piala itu secara langsung.

"Lewat film ini mas Garin ingin bercerita tentang manusia. Banyak metafora di film ini. Sehinga film ini bisa menjadi sesuatu yang bermakna bagi penontonnya," katanya.

 

 


(Benny Benke/CN19/SM Network)

Berita Terkait
Komentar