• KANAL BERITA

Alunan Nada-nada Turki dan Modern Altin Gun Band Hipnotis Penonton

Tampil di The Phoenix Hotel

UNIK DAN KHAS: Penampilan grup band dari Belanda, Altin Gun yang membawakan lagu-lagu yang unik dan khas menghangatkan para penonton yang sebagian besar anak muda. (suaramerdeka.com / dok)
UNIK DAN KHAS: Penampilan grup band dari Belanda, Altin Gun yang membawakan lagu-lagu yang unik dan khas menghangatkan para penonton yang sebagian besar anak muda. (suaramerdeka.com / dok)

YOGYAKARTA , suaramerdeka.com - Penampilan grup band eksentrik dari Belanda, Altin Gun mampu menghinoptis penonton yang memenuhi aula The Phoenix Hotel Yogyakarta. Mereka seolah-olah menenggelamkan penonton dalam alunan nada-nada Turki dan modern yang sangat unik dan khas.

The Phoenix Hotel menjadi tempat perhelatan konser music psychedelic grup musik asal Belanda tersebut yang dibawa oleh Erasmus Huis. Grup tersebut merupakan peraih nominasi Grammy untuk kategori ''Best World Music'' dan salah satu grup musik yang cukup diperhitungkan di kancah musik dunia.

Marketing Communications Manager, Maria Perwitasari mengungkapkan Altin Gun didirikan oleh Jasper Verhulst dan Ben Rider, ketika mereka memiliki ide untuk memulai sebuah band rakyat psychedelic Turki. Turki psychedelic folk merupakan genre musik yang berasal dari tahun 1960-an dan 1970-an sebagai campuran musik rock barat dari band-band seperti The Doors dan Led Zeppelin, dan musik tradisional Turki.

"Musik mereka menyita perhatian, eksentrik, mengejutkan, funky dan membawa tubuh setiap penonton dan pendengar untuk menari mengikuti irama musiknya yang sangat bisa diterima oleh pecinta musik beraliran psychedelic namun juga mengandung unsur-unsur musik masa kini, sehingga tidak heran jika fansnya didominasi anak-anak muda," papar Maria.

Penampilan Altin Gun di The Phoenix Hotel betul-betul membuat penggemarnya hanyut dalam alunan musik yang membawa harmoni baru. Enam anggota Altin Gun yang berpenampilan unik ini pun sangat menyenangkan, dekat dengan para fans dan memiliki komunitas sendiri di Yogyakarta.

"Bagi mereka yang belum pernah mendengarkan alunan music Altin Gun mungkin merasa penasaran, dan ketika menyaksikan secara langsung, mereka pun mulai mengulik latar belakang grup musik yang memang mengasyikkan," jelas Maria.

Beberapa judul lagu favorit yang mereka tampilkan sangat menghibur dan mengejutkan, di antaranya ''Kaymakamin Kizlari'' dan ''Goca Dunya''. Sebelum Altin Gun tampil, penampilan musik berdurasi kurang lebih dua jam ini diawali dengan grup band lokal Yogyakarta, Anteng Kitiran, yang juga mengkolaborasikan keunikan nada Slendro dan Pelog dalam seni karawitan dengan nada-nada jazz, pop, dan rock yang juga unik.


(Agung Priyo Wicaksono/CN26/SM Network)