• KANAL BERITA

Festival Sinema Perancis di ISI Solo

Sejumlah orang menonton film dalam Festival Sinema Prancis di gedung teater besar, kampus ISI Surakarta. (Foto suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)
Sejumlah orang menonton film dalam Festival Sinema Prancis di gedung teater besar, kampus ISI Surakarta. (Foto suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com - Sebagai lembaga pendidikan, Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI) Surakarta mengemban tugas pengabdian kepada masyarakat. Prodi Televisi dan Film, sebagai bagian dari ISI, memiliki tugas penting untuk mendistribusikan pengetahuan perfilman kepada khalayak umum, komunitas, maupun para penggiat film.

Terkait dengan tanggung jawab itu, para mahasiswa yang tergabung dalam FILMIS dari Himpunan Mahasiswa Televisi dan Film (HIMAFISI) ISI Surakarta menggelar Festival Sinema Prancis 2019 selama tiga hari, 8-10 November. Event yang bekerja sama dengan Institut Français d'Indonésie (Institut Prancis di Indonesia) itu memutar debelas film secara bergantian di gedung teater besar, kampus setempat.

Menurut St Andre Triadiputra, pembina kemahasiswaan prodi televisi dan film, acara ini merupakan salah satu wujud perjumpaan budaya, dimana penonton dapat menyaksikan bagaimana nilai-nilai kehidupan dirayakan melalui film-film yang diputar selama tiga hari.

"Bagi warga Solo dan sekitar, pegiat seni dan budaya, komunitas, mahasiswa, atau siapa pun, yang menonton bisa mengapresiasi film serta merayakan nilai-nilai kehidupan dan keberagaman budaya," kat dia.

Program Studi Televisi dan Film Institut Seni Indonesia Surakarta merupakan institusi perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan di bidang film dan televisi. Selain mempelajari bagaimana cara pembuatan dan pengolahan film, berdasar kurikulumnya, mahasiswa Televisi dan Film juga dituntut memiliki wawasan luas mengenai film yang dapat dikembangkan dengan berbagai macam metode, yaitu dengan cara menonton, mengapresiasi dan menjadikan film sebagai bahan diskusi.

"Sebab sifat audio-visual dalam film dapat menyebarkan budaya dan pengetahuan secara cepat dan dengan daya cakup yang luas," jelasnya.


(Langgeng Widodo/CN19/SM Network)