• KANAL BERITA

Menunggu "Ambyar" Didi Kempot di Hotel Sunan

PENJELASAN: Pendiri Rumah Blogger Indonesia (RBI) Blontank Poer memberi penjelasan tentang "Konser Ambyar" Didi Kempot di The Sunan Hotel, Kamis (12/9). (suaramerdeka.com / Langgeng Widodo)
PENJELASAN: Pendiri Rumah Blogger Indonesia (RBI) Blontank Poer memberi penjelasan tentang "Konser Ambyar" Didi Kempot di The Sunan Hotel, Kamis (12/9). (suaramerdeka.com / Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com - Penyelenggara menyediakan 1.800 tiket untuk konser Didi Kempot yang akan digelar di grand ballroom The Sunan Hotel Solo, 19 September. Pendiri Rumah Blogger Indonesia (RBI) Blontank Poer, selaku penyelenggara mengatakan, 300 tiket VIP untuk emak-emak dan bapak-bapak penggemar Didi Kempot di masa lalu. Selebihnya, 1.500 tiket kelas festival untuk anak-anak milenial.

Konser dalam dua sesi. Sesi pertama akan menampilkan lagu-lagu lama bernuansa campur sari untuk memberi suana nostalgia bagi penggemar sepuh. Di sisi kedua menampilkan lagu-lagu baru dengan aransemen terkini. "Sisi yang ini untuk memberi ruang bagi anak-anak muda berjingkrak-jingkrak," kata dia ketika memberi penjelasan pada sejumlah awak media di The Sunan Hotel Solo, Kamis (12/9).

Dalam beberapa bulan belakangan ini, pelantun tembang "Stasiun Balapan" itu memang kembali moncer. Konsernya selalu di penuhi penonton, tidak hanya di tempat terbuka tapi juga indoor. Para mahasiswa kini juga tidak lagi malu-malu mengundang Didi Kempot untuk acara kampus.

Bersama Rumah Blogger Indonesia, tampaknya Didi Kempot melintas batas. Penggemarnya kini tidak hanya orang tua, tapi juga anak-anak-anak muda yang terhitung cucu dari penggemar generasi pertama di mana Didi Kempot mengawali karier di blantika musik tahun 1989.

Branding baru sebagai "The God Father Of Broken Heart" bisa masuk ke dunia anak muda sebagai penggemar baru tanpa meninggalkan penggemar lama yang sepuh-sepuh. "Banyak anak muda yang pernah mengalami patah hati. Nah di situlah lagu-lagu Didi Kempot bisa masuk," kata dia.

Namun bagi Blontank, pertemuannya dengan anak pelawak Ranto Edi Gudel itu tidak hanya ngopeni hal-hal yang cengeng atau berorientasi pada profit. Tapi rumah blogger mendorong Didi Kempot sebagai ikon bahasa ibu. Blontank mengatakan, lagu-lagu Didi Kempot tidak hanya lagu cengeng yang melankolis, tapi juda ada pesan tentang kesetaraan gender dan nasionalie.

Jika disimak, kata Blontang, syair-syair lagunya yang sebagian besar Bahasa Jawa atau bahasa ibu, juga dinilai bermutu. Secara linguistik penulisannya juga benar, demikian juga dengan ejaannya. Ia mengatakan, jika bahasa-bahasa yang benar disampaikan secara benar oleh idolanya, maka anak-anak muda akan mudah menangkapnya. Ke depannya, bahasa ibu itu akan lestari.

"Itulah alasan, kenapa kami mendorong Didi Kempot sebagai ikon bahasa ibu, Bahasa Jawa. Kita berharap, di Sunda, Bali, Minahasa, dan di tempat berbeda juga muncul ikon-ikon lain untuk melestarikan bahasa ibu. Selanjutnya, tunggu saja gebrakan Didi Kempot di pentas bertajuk "Konser Ambyar" di The Sunan Hotel, 19 September.


(Langgeng Widodo/CN26/SM Network)