• KANAL BERITA

Para Penyair Akan Diminta Menulis Puisi Tentang Semarang

Silaturahmi Penyair Negeri 2019

Ketua Panitia Silaturahmi Penyair Negeri 2019, Gunoto Sapari, memberikan sambutan, didampingi empat penyair pemrakarsa acara, ki-ka: Adi Darmaji, Nia Samsihono, Sulis Bambang, dan Kurniawan Junaedi. (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)
Ketua Panitia Silaturahmi Penyair Negeri 2019, Gunoto Sapari, memberikan sambutan, didampingi empat penyair pemrakarsa acara, ki-ka: Adi Darmaji, Nia Samsihono, Sulis Bambang, dan Kurniawan Junaedi. (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Berawal dari kegiatan obrolan sederhana di grup whattsapp Komunitas Negeri Poci, pada akhirnya muncul gagasan untuk menggelar acara Silaturahmi Penyair Negeri 2019 di kota Semarang. Semua ini atas prakarsa dari penyair Sulis Bambang, Kurniawan Junaedi, Adi Darmaji, dan Nia Samsihono. Hal itu disampaikan Ketua Panitia Silaturahmi Penyair Negeri 2019, Gunoto Sapari, saat memberikan sambutan di acara tersebut yang berlangsung di Wisma Perdamaian, Semarang, Sabtu (7/9).

Tak salah jika kemudian penyair yang juga jurnalis itu meminta Sulis Bambang, Kurniawan Junaedi, Adi Darmaji, dan Nia Samsihono untuk tampil mendampinginya saat memberikan sambutan. "Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kegiatan sastra dan silaturahmi penggiat serta penikmat sastra. Selanjutnya para penyair yang hadir, akan menulis puisi tentang kota Semarang dan akan dimasukkan dalam anthology berikutnya," kata Gunoto Sapari.

Sementara untuk sambutan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dibacakan oleh Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Dinas Pendidikan & Kebudayaan Jateng, Agung Krisdiyanto. Dalam sambutannya, Ganjar menyebut bahwa apa pun yang terkait puisi tak perlu dipersoalkan lagi. "Karena semua itu adalah ungkapan hati sebagai bentuk introspeksi," kata Ganjar yang dibacakan Agung Krisdiyanto.

Turut memeriahkan dalam kegiatan tersebut adalah pembacaan puisi dari Kapolsek Semarang Tengah, AKP Eni Tri Yuliani. Dia membacakan puisi karya Nia Samsihono berjudul "Perempuan Ombak".


(Nugroho Wahyu Utomo/CN40/SM Network)