• KANAL BERITA

Grup Band Rumah Pancasila

Suarakan Pesan Keindonesiaan lewat Musik

Foto suaramerdeka.com/dok
Foto suaramerdeka.com/dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Berawal dari keresahan akan fenomena berbagai gerakan yang cenderung kontraproduktif dengan kemajemukan Indonesia, menginspirasi sekolompok pemuda untuk berkarya, khususnya di bidang musik.

Menamakan diri sebagai Grup Band Rumah Pancasila, mereka baru saja menelurkan enam karya berupa lagu. Yakni Bhinneka Tunggal Ika, Rumah Pancasila, Merah Putih, Pancasila, Garuda, dan Doa Anak Bangsa.

Sesuai namanya, sebagaian besar karya mereka berisi perpaduan lirik dan bunyi yang kuat untuk pesan-pesan menjaga Indonesia.

Grup musik bentukan Yosep Parera ini baru berjalan sekitar satu bulan lalu. Digawangi Jefry (Vokal), Micky (Kibor), Wahyu Pay (Bass), Yulie Bohemian (Gitar), Eka (Gitar) dan Adit Bireng (Drum).

Para personel grup adalah anak-anak muda yang hidup di Kota Semarang. Mayoritas dari mereka setiap harinya hidup dari bermusik, seperti event-event reguler di mal maupun kafe-kafe.

“Jadi saya sengaja membuat lirik lagu, yang kemudian diaransemen oleh Grup Band Rumah Pancasila, yang berisi pesan-pesan tentang keindonesiaan, pesan tentang persatuan, tentang rasa syukur dan ajakan untuk saling toleransi di rumah Indonesia,” kata Yosep, Sabtu (18/5).

Proses kreatif pembuatan lirik dan musik tergolong singkat. Disela-sela kesibukannya sebagai advokat, Yosep kemudian memperoleh inspirasi yang selanjutnya dituangkan dalam bentuk lirik lagu. 

“Ketika melihat kepulauan Indonesia dari udara, melihat laut, melihat langit Indonesia, itu begitu bagus,” ujarnya.
 
Dari perjalanan udara itu, kemudian tercipta lagu "Rumah Pancasila". Lagu yang bercerita tentang indahnya alam Indonesia sekaligus ajakan untuk bersama-sama menjaganya.
 
Ajakan untuk mencintai Indonesia juga tak hanya dituangkan dalam lirik, tapi juga bunyi pada lagu-lagu itu. 

Seperti lagu Bhinneka Tunggal Ika. Pada awal-awal lagu dimasukkan bunyi-bunyian Tifa yang merupakan alat musik tradisional dari Papua. Kemudian di akhir lagu dimasukkan bunyi-bunyian khas notasi Jawa. 

Lirik lagu Pancasila dibuat oleh Alexandros alias Andros Parera, sementara Doa Anak Bangsa liriknya dibuat oleh Filo Parera. 

Keduanya adalah putra dari pasangan Yosep Parera dan Ignatia Sulistya Hartanti, yang juga jadi Pengawas Lembaga Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (LPPH) Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang.

Lagu-lagu itu sudah direkam secara mandiri dengan kualitas audio yang bagus. Kemudian disebarkan lewat platform media sosial Rumah Pancasila dan Klinik Hukum. Tujuannya tentu saja menyuarakan pesan-pesan keindonesiaan dengan jangkauan lebih luas.


(Eko Fataip/CN19/SM Network)