• KANAL BERITA

'Jangan Sendirian', Sajikan Horor Imajinatif Pada Penonton

Para artis pendukung Film Jangan Sendirian. (Foto : suamerdeka.com/Sugiarto)
Para artis pendukung Film Jangan Sendirian. (Foto : suamerdeka.com/Sugiarto)

SEJAK - beberapa tahun terakhir ini film horor, mendapat tempat dihati para penggemar film nasional. Buktinya film horor selalu menarik antusiasme penonton, sehingga tak mengherankan bila pemutaran film horor diberbagai gedung bioskup selalu dipenuhi penonton. 

Hal ini membuktikan genre horor masih menduduki posisi menjanjikan pada perfilman
nasional. Antusiasme para pecinta atau penikmat film horor yang signifikan dan stabil menjadi bahan pertimbangan dari Lensadewa Production dan Adglow Pictures untuk menggarap film serupa dengan judul 'Jangan Sendirian'.

Film yang disutradarai Wijanarko, mulai digarap tanggal 2 Maret dan dijadwalkan 8 Maret 2019 bakal selesai. Pengambilan gambar seluruhnya dilakukan di Kota Yogyakarta dan sekitarnya, utamanya di Kaliurang kawasan Pantai Depok, Kabupaten Bantul dan hutan Wanagama. Usai pengambilan gambar tahap berikutnya pasca produksi akan dilaksanakan di Jakarta. 

Wijanarko yang sebelumnya juga menggarap Film Sultan Agung bersama Hanung Bramantya menuturkan, dalam garapan anyarnya ini dipastikan 'Jangan Sendirian' bakal berbeda dengan film-film horor pada umumnya. 

''Film horor yang kami buat ini, sangat berbeda dengan film horor lainnya yang menggambar suasana kuburan maupun rumah tua,'' jelas Wijanarko. ''Karena dalam pandangan kami, rasa takut itu tidak hanya saat berada di tempat sepi maupun di kuburan. Rasa takut itu, bisa muncul dimana saja,'' imbuhnya.

Oleh karena itu, dalam film garapan Wijanarko ini berbeda dengan film horor biasanya. Kemudian pertanyaan, "Kenapa berbeda? Karena kita akan sajikan hantu yang modern bukan klasik seperti biasanya. Saya ingin memberikan rasa pengalaman dan hiburan yang kuat kepada para penonton," tambah pria yang akrab di sapa X Jo kepada wartawan disela-sela pengambilan gambar di kawasan obyek wisata Kaliurang, Sabtu (2/3).

Dikatakannya, gagasan film ini dibuat berdasarkan sesuatu yang sangat dekat dengan keseharian setiap orang. Begitu banyak orang yang takut dengan kesendirian, takut gelap, atau merasa diteror dengan ketakutan sendiri tanpa sebab musabab dan sebagainya. 

Berangkat dari sinilah judul film 'Jangan Sendirian', dipercaya akan lebih mudah menempel dibenak masyarakat atau calon penonton. "Ini yang saya gadang-gadang akan menjadi prototipe dan akan semoga akan bisa melahirkan judul-judul baru di genre yang sama," katanya.

Meski horor namun sineas muda itu menjamin, penonton tidak akan menemukan karakter pocong, jaelangkung, kuntilanak, atau genderuwo dalam film barunya ini. Film horor ini berbeda dengan umumnya, ia sengaja mencoba menampilkan ‘hantu modern’, bukan horor seperti biasanya.

Menurutnya, hantu modern yang dimaksud dalam film yang dibintangi nama beken seperti Robby Sugara, Agatha Valerie, David John Schaap, Jasi Michelie Tumbel dan Henry Boboy itu mengadopsi sosok iblis yang menjelma dalam berbagai profesi masyarakat.

Entah menjelma menjadi birokrat, dokter, wartawan, polisi, atau profesi lainnya yang akrab dengan keseharian penonton. Dalam film ini, misalnya, dialurkan ada empat tokoh utama secara bergantian mengalami peristiwa menyeramkan ketika sedang sendirian. Kepanikan dan histeria datang begitu saja tanpa mereka duga.

Atau kisah mistis yang umum jadi obrolan. ''Misalnya saja suatu ketika saya bicara berhadapan dengan seorang teman namannya si A, tak lama kemudian Si A kirim pesan Whatsapp kalau dia tak bisa ketemu saya. Lalu siapa yang tadi berbicara sama saya?'' ujar sutradara Garuda Superhero itu.

Dengan bentuk horor itu, X.Jo ingin memberikan rasa pengalaman yang melekat kuat kepada penonton. Sebab gagasan film ini dibuat berdasarkan apa yang familiar dan dekat dengan keseharian setiap orang. Begitu banyak orang takut dengan kesendirian. Seperti takut gelap, tiba–tiba cemas, atau merasa diteror dengan khayalan sendiri tanpa sebab yang jelas.

X.Jo berharap film ini dapat menjadi prototipe untuk horor genre baru yang memperkaya jagad film nasional. “Semoga dari horor seperti ini ke depan bisa melahirkan judul-judul baru dengan genre yang sama," ujarnya.

Sementara Executive Produser Jangan Sendirian, Aji Fauzi Witjaksono menyampaikan, pihaknya menargetkan film ini akan mampu menarik animo dengan jumlah satu juta penonton lebih.

Selain itu, pihaknya berencana bakal menayangkan 'Jangan Sendirian' secara serentak di seluruh wilayah di Indonesia. "Dan mudah-mudahan akan bisa juga kami tayangkan di lima negara yang berbeda," jelas Aji.


(Sugiarto/CN19/SM Network)