• KANAL BERITA

Untuk dan Karena Freddie Mercury

Rami Malek Menang Best Actor Golden Globe

Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pada tahun 1961, saat Presiden John F. Kennedy dipermalukan karena kegagalannya menginvasi Kuba, dia membuat pidato pembenaran yang kemudian dikenang rakyat AS dan mungkin dunia, hingga sekarang dan nanti.

Katanya, mengutip pepatah lama, "Kemenangan mempunyai banyak Ayah. Dan kekalahan adalah yatim piatu".

Demikianlah yang terjadi dengan kemenangan yang didapatkan Rami Said Malek, saat meraih piala Golden Globe Award 2019, untuk kategori bergengsi Best Actor – Motion Picture Drama.

Padahal saingan aktor kelahiran 12 Mei 1981, itu bukan mainmain. Berlakon sebagai sosok Freddie Mercury, vokalis grup rock Queen dalam film Bohemian Rhapsody, kemenangan Rami langsung berbalas sanjung puji dari semua orang. Juga nomine lainnya di ajang berkelas itu.  

Singkat kata, sebagaimana dikatakan JFK, manusia hanya menggemari kisah para pemenang di dunia. Pecundang, ke laut saja.

Tersebab, Malek mendapatkan kategori Best Actor in a Motions Picture Drama di ajang tahunan 76th Golden Globe Awards pada Minggu (6/1) waktu AS, kemarin dengan menyisihkan sejumlah nama bertalenta dan benderang.

Seperti nama aktor tampan Bradley Cooper yang bermain tak kalah apik di film A Star Is Born, aktor watak senior Willem Dafoe (At Eternity's Gate), Lucas Hedges (Boy Erased) dan John David Washington (BlaKkKlansmen).

Tak berlebihan, saat aktor keturunan Mesir itu berpidato saat menerima piala Golden Globe, nyaris tidak percaya, dan sempat kepayahan mengatur emosinya. Sebelum akhirnya melayangkan puja puji kepada band Queen, dan terutama kepada sosok Freddie Mercury, yang dialakoni dengan sepenuh jiwa dalam film itu.

"I am beyond moved right now," kata Malek mengawali pidatonya. "Jantung saya berdetak kencang tak keruan di dada saya saat ini," katanya melanjutkan.

Satu jenak kemudian, setelah nyaris kehilangan diri sendiri, karena saking happy-nya,  dia mulai mengucapkan rasa terima kasihnya kepada gitaris Queen, Brian May dan drummer Roger Taylor, yang menurut Rami," telah memastikan bahwa keaslian (originalitas) dan inclusivity ada di khazanah musik dan di dunia, serta peri kehidupan kita semua," ujarnya.

Dapatkan tiket bioskop terlengkap di sini

Brian May yang makin kelihatan sepuh dan bestari, malam itu memang duduk bersisian dalam satu meja dengan Rami. Hanya membalas ucapan Rami dari atas panggung, dengan senyuman. Bungah.

Rami melanjutkan ucapakan terimakasihnya kepada mendiang Freddie Mercury yang menganugerahinya keriaan dalam hidupnya tiada tara,  di perjalanan hidupnya hingga saat ini. "Saya mencintai Anda. Anda manusia yang luar biasa. (Piala) ini,  untuk dan karena Anda, luar biasa," imbuh dia.

Pelakon lain film Bohemian Rhapsody, Joseph Mazello bersaksi, sudah sepantasnya Rami Malik mendapatkan ganjaran Golden Globe. Karena,  menurut dia,  Rami telah malih rupa untuk manunggal dengan sosok mendiang Mercury dengan cara yang paling luar biasa. 

"Saya sampai terkesima dibuatnya.  Karena Rami benarbenar manunggal dengan Mercury dengan purna. Gila banget,  bisa menyaksikan seorang aktor menunggal dengan peran yang dilakoninya dengan sempurna. Dan menjelma sosok Mercury dengan prima, " kata Mazello.

Mungkin yang dikatakan Mazello lebay, bagi anak milenial, karena dia terlalu baper (bawa perasaan). Tapi nyatanya Golden Globe telah ada digenggamannya.

Yang pasti Rami meyakini, saat ini mendiang Mercury bakal senang bukan kepalang.  Vokalis bergigi tonggos yang wafat pada tahun 1991 pada usia 45 tahun, dikarenakan komplikasi penyakit AIDS, itu akan tersenyum melihat kemenangan Rami. Dan bangga pada film yang dilakoninya.

"Menurut saya almarhum Mercury hanya berharap, masyarakat akan menikmati film ini.  Kemudian menyenangi musik Queen. Yang paling utama, esensi dari film ini akan sampai ke penikmatnya, atau paling tidak, mendekati sampai pesannya," kata Rami.

Ya. Totalitas Rami dalam menyelami bahasa tubuh Mercury. Dari cara berjalan, berbicara hingga beraksi di atas panggung, bahkan sampai les vokal -- meski untuk sulih suara vokal menyanyi dilakukan orang lain -- memang membuat penonton film Bohemian Rhapsody, tergetar.  

Tidak berlebihan Brian May mendaku, seolah Mercury kembali hidup di tangan Rami. Apakah kita akan tetap menyebut Brian May lebay? Nanti dulu. Mari kita tanyakan pendapat nomine lainnya, Bradley Cooper, yang banyak digadang bakal menyabet kategori ini.  

"I'm a huge fan of [Bohemian Rhapsody producer] Graham King. Dia telah bekerja keras untuk melahirkan film ini. Saya turut bahagia untuk dia. Dan Rami Malek memang aktor yang sangat luar biasa," katanya entah berbasa-basi, atau jujur adanya.

Sebagai catatan,  Rami telah mendapatkan nominasi dan meraih beberapa penghargaan bergengsi di beberapa ajang perfilman. Dengan bekal sinau teater sejak duduk bangku kuliah University of Evansville di Indiana, AS tak heran dasardasar keaktorannya telah teruji jauhjauh hari.

Sebagai contoh, saat berperan di serial film Mr. Robot (2015), dia telah dinominasikan di Golden Globes, Emmy, Satellite Awards, dan Screen Actors Guild Awards. Jadi, apa yang diraih Rami bukanlah ujug-ujug jatuh dari langit. Ada proses yang tidak mengkianati hasil di sana.

Setelah memenangi Golden Globe untuk Best Actor in a Motion Picture Drama via film Bohemian Rhapsody, Rami juga mendapatkan mominasi di SAG (Screen Actors Guild) Award untuk kategori Outstanding Performance by a Male Actor in a Leading Role masih di film Bohemian Rhapsody.

Galibnya. Peraih Aktor Utama di ajang Golden Globe, akan mempunyai kans yang sangat besar di ajang Oscar. Di ajang 76th Golden Globe Awards, atau dua Minggu sebelum pengumuman nominasi 91st Academy Awards, yang akan dilakukan pada Selasa 22 Januari,  nanti hampir dipastikan nama Rami Malik akan menjadi salah satu nominatornya.

Tapi apakah dia akan menggondol Oscar pada 24 Februari nanti? Tidak bisa dipastikan. Meski sudah kadung ada citraan publik, pemenang Golden Globe bakal menyabet Oscar, dengan prosentase mendekati angka 50 persen kesahihannya.

Meski hal ini sudah jauhjauh hari dibantah panitia Akademi. Karena tidak ada rumusan pasti peraih Golden Globe akan mendapatkan piala Oscar dari panitia Academy Awards.

Walau untuk kasus film La La Land di tahun 2017, mendapatakan tujuh Golden Globe,  dan hebatnya di Oscar mendapatkan enam dari 14 kategori yang ada. Sebuah kebetulan yang masih acap menjadi pertanyaan publik, ihwal pemenang Golden Globe juga bakal menang di Oscar.  

Apakah Rami Malik akan kembali mempunyai "ayah baru" di gelaran Academy Awards nanti? Atau dia akan menjadi "yatim piatu" seperti JFK karena kasus Teluk Babi?  Kita tunggu saja. Karena hidup adalah persoalan menunggu.


(Benny Benke/CN33/SM Network)