• KANAL BERITA

Para Penyair Siap Baca Papan Iklan

foto ilustrasi - istimewa
foto ilustrasi - istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Sejumlah penyair dari berbagai kota, siap bacakan cerpen berjudul 'Papan Iklan di Depan Pintu' pada perhelatan Sastra Bulan Purnama edisi 83 di Amphytheater Tembi Rumah Budaya Dusun Tembi, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Jumat (24/8) pukul 19.30 WIB.

Antologi cerpen 'Papan Iklan di Depan Pintu' tersebut, merupakan karya cerpenis dari berbagai kota. Beberapa cerpenis yang akan hadir dan siap membacakan karyanya, diantaranya Tengsoe Tjahnono (Surabaya), Yonas Suharyono (Cilacap), Benedict Agung (Surabaya) dan sejumlah cerpenis lainnya dari berbagai kota.

Cerpen yang termuat dalam buku ini, menurut Ons Untoro, selaku koordinator pelaksana Sastra Bulan Purnama, berbeda dengan cerpen pada umumnya. Bila biasanya agak panjang, tetapi dalam cerpen ini hanya terdiri dari tiga paragraf. Melalui kalimat yang pendek, masing-masing cerpenis mengekspresikan dalam berbagai gaya.

Tengsoe Tjahjono, kurator dari antologi cerpen ini mengatakan, karena sifatnya hanya pendek, cerpen lahir dari banyak ekperimen dan eksplorasi, entah dengan upaya menyatukan alur, karakter dan konflik dalam satu kalimat atau paragraf. Tentu ini menjadi bagian ekspresi yang menantang dan menarik bagi banyak cerpenis. Demikian juga ketika para pentigrafis menulis pentigraf.

''Mereka ditantang untuk menghadirkan ekspresi yang padat, bernas dan kaya. Pentigraf hanya terdiri dari atas tiga paragraf. Pentigrafis mau tidak mau harus memanfaatkan ruang tiga paragraf itu secara efektif,'' ujar Tengsoe Tjahjono.

Menurut Tengsoe Tjahjono, pentigraf dalam buku ini hadir sebagai pentigraf yang berhasil, baik dari segi konten mau pun format. Di samping karena proses kurasi dan penyuntingan yang ketat dan cermat. Kitab Pentigraf 2 ini juga menghadirkan banyak penulis andal Indonesia, yang menyuguhkan tema-tema kemanusiaan yang kaya dan beragam.

Sedikitnya ada sekitar 80 penulis dari berbagai kota, yang ikut dalam buku cerpen yang diberi judul ‘Papan Iklan Di Depan Pintu’. Namun menurut Yonas Suharyono, salah seorang dari Pentigrafis, tidak semuanya bisa ikut hadir membacakan karyanya yang termuat dalam buku kumpulan cerpen ini.

Ons Untoro, sendiri Selasa (21/8) mengatakan, selama ini yang sering tampil di Sastra Bulan Purnama adalah penyair dengan membacakan puisi karyanya sekaligus meluncurkan buku puisinya, tetapi bukan berarti cerpen tidak ada tempat di Sastra Bulan Purnama, karena beberapa kali karya cerpen dibacakan, bahkan diolah menjadi satu pertunjukan drama yang menarik dan apik untuk ditonton.

Kumpulan cerpen karya Ahmad Tohari, misalnya, juga pernah diluncurkan di Sastra Bulan Purnama dibarengkan dengan peluncurkan antologi puisi karya para penyair yang berbeda dan hasilnya cukup apik.

Cerpen dalam buku antologi cerpen ini, demikian Ons Untoro mengatakan, hanya terdiri dari 3 paragraf, sehingga sebenarnya tidak berbeda dengan puisi yang ditulis beberapa paragraf, namun bukan jenis pulis alit. Selain dibacakan oleh para penulisnya, akan ada satu pertunjukan dari satu group yang dikenal dengan nama Spensa Voice Tiga.
 
 
 


(Sugiarto/CN40/SM Network)