• KANAL BERITA

Satu Tahun Penjara untuk Kasus Kepemilikan Senjata Api Ilegal dan Satwa Langka

Gatot Brajamusti Bakal Mendekam 20 Tahun di Bui

Foto: Uzone
Foto: Uzone

Selebrita – Sidang putusan Gatot Brajamusti atas kasus kepemilikan senjata api ilegal dan satwa langka digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (12/7). Namun Gatot tak bisa hadir karena jatuh sakit.

Hal itu disampaikan oleh salah satu tim kuasa hukumnya, Ahmad Ruliansyah.

"Sakit," kata Ahmad Ruliansyah.

Seperti diketahui, Gatot mengalami struk ringan. Minggu lalu, ia pun datang ke persidangan dengan menggunakan kursi roda.

Meski begitu, sidang  tetap digelar. Hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan memvonis mantan guru spiritual Reza Artamevia itu satu tahun penjara. Hal itu diputus berdasarkan beberapa pertimbangan.

"Yang bersangkutan mengadili, menyatakan terdakwa Gatot Brajamusti alias Aa Gatot Brajamusti telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tindak pidana tanpa hak memiliki, memelihara satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. Dan menguasai, menyimpan senjata api dan amunisi," ucap Hakim Ketua, Mudjono.

"Oleh karena itu dijatuhkan pidana selama satu tahun," sambungnya.

Dalam putusannya, hakim memerintahkan agar satwa liar yang dilindungi oleh undang-undang agar diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI. Kemudian untuk senjata api harus dimusnahkan.

Sebelumnya, Aa Gatot telah divonis 10 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Mataram karena kasus penyalahgunaan narkoba pada 2016. Kemudian dalam kasus pencabulan yang menimpa CTP, Gatot divonis 9 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menurut ketentuan pidana, seseorang dihukum hanya boleh maksimal 20 tahun penjara. Oleh karena itu, Gatot Brajamusti hanya divonis satu tahun penjara dalam kasus kepemilikan senpi dan satwa liarnya.


(DTC/CN41/SM Network)

Berita Terkait
Komentar