• KANAL BERITA

Menikmati Alunan Jazz di Tengah Hutan ala Loenpia Jazz

Foto: Ekspresi
Foto: Ekspresi

EKSPRESI – Untuk kali ketujuhnya selama 10 tahun, festival Jazz kebanggaan Semarang, Loenpia Jazz kembali digelar. Masih dengan konsep yang ‘diluar nalar’ event yang diinisiasi oleh teman-teman komunitas Jazzngisoringin ini hadir di Hutan Wisata Tinjomoyo Semarang. Tentu saja pemilihan konsep seperti ini cukup menambah kesan tersendiri bagi para penontonnya. Termasuk Ekspresi yang datang ke TKP tepat jam 6 malam.

Pertama kali memasuki venue, langsung disuguhi sama pemandangan lampu-lampu yang menggantung di sepanjang jembatan menuju area festival. Setelah masuk ke area festival, Ekspresi melihat satu dari tiga stage yang cukup unik. Ada dibawah pohon, entah beringin atau apa yang pasti memiliki akar gantung, yang cukup unik dan mencuri perhatian. Tak hanya tempatnya saja, tapi dengan tagline “Piye Kabare? Isih Kepenak Jazz-ku tho?” pemilihan nama stage pun juga cukup unik. Yaitu “Gandengan”, “Salaman”, dan “Rangkulan”.

Ekspresi rasa tema yang diusung cukup tepat. Bisa dibilang bahwa ini adalah bentuk representasi kerukunan yang harusnya terus dilakukan oleh semua warga Indonesia khususnya Semarang. Meski kita saat ini ada ditengah-tengah ‘kekacauan’, tapi ingatlah bahwa musik adalah bahasa pemersatu semua umat di muka bumi ini.

Ekspresi pun melangkahkan kaki mengitari venue, sambil berkenalan dengan alam. Bertemu dengan teman-teman lainnya, berjabat tangan, ngobrol-ngobrol sedikit nggak terelakan. Ya, karena memang dari tahun ke tahun selain sebagai media hiburan, Loenpia Jazz memang jadi ajang kumpul-kumpul yang pas banget. Dibawah pepohonan sambil ngobrol ngalor ngidul dan ditemani wedang-an dari tenant pasar Semarangan adalah pengalaman yang nggak terlupakan.

Tapi rasanya kurang kalau nggak melihat penampilan lainnya. Dentuman lagu-lagu romantis milik unit Jazz asal Semarang, Abdsurdnation di Gandengan Stage pun bagai magnet bagi diri ini. Sambil duduk lengkap dengan segelas wedang jahe di genggaman, Absurdnation pun membius kami dan mungkin para penonton lainnya. Dengan khusuk, Good Morning Everyone, serta the living legend Kamadhatu Reborn, juga nggak kalah dalam memikat hati penonton di panggung Rangkulan. Dengan caranya masing-masing, Good Morning Everyone yang mungkin boleh dibilang bukan band Jazz, namun bisa membuat sayup-sayup koor masal dadakan di malam yang seru itu. Begitu pula dengan Kamadhatu yang perlahan tapi membuat penontonnya ketagihan.

Hingga waktu menunjukkan pukul 11 malam, Shadow Puppet Harvet Malaihollo pun naik tahta. Para pecinta Jazz yang hadir seolah nggak pengin pergi dari bibir panggung. Meskipun suasana menjadi sedikit lebih adem. Salut!

Total kurang lebih 250 musisi Jazz tanah air terlibat dalam pestaphora Loenpia Jazz malam itu. Pembagian rundown yang sengaja dibuat random ditujukan agar penonton yang datang bisa menikmati acara dari sore sampai malam. Tentunya sambil jajan di pasar Semarangan, atau di tenant-tenant lainnya. So, setuju kan kalau bareng-bareng kita tunggu Loenpia Jazz tahun depan yang lebih seru lagi?!


(Imam Supriono/CN42/SM Network)