• KANAL BERITA

Ramai Diperbincangkan, Single "Kemarin" Seventeen Naik ke Posisi #1 i-Tunes Indonesia

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

EKSPRESI - Blantika musik Indonesia berduka. Band "Seventeen" kehilangan tiga personel dan road managernya akibat dihantam gelombang tsunami, Sabtu (22/12) kemarin. Herman (gitaris), Bani (bassist), Andi (drummer), Oki Wijaya (road manager) dan Ujang (kru) turut menjadi korban meninggal dalam musibah tersebut. Hanya Ifan (vokalis), satu-satunya personel yang selamat dari peristiwa nahas itu.

Saat gelombang datang, band yang terkenal dengan single "Selalu Mengalah" ini sedang manggung pada acara Gathering Perusahaan PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat di Tanjung Lesung Beach Hotel. Yang menyedihkan, Ifan juga harus kehilangan istri tercintanya, Dylan Sahara. Dylan yang meninggal pada musibah tersebut ditemukan di RSUD Pandeglang, Senin (24/12).

Duka mendalam yang dialami Ifan membuat single Seventeen, "Kemarin", ramai diperbincangkan di dunia maya. Single tersebut masuk dalam album "Pantang Mundur" yang dirilis 2016 lalu. Komedian Said "Bajuri" yang merupakan salah satu sahabat Herman mengatakan, lagu yang diciptakan oleh almarhum Herman "Seventeen" ini awalnya untuk mengenang sosok Presiden Abdurrahman Wahid atau Gusdur.

"Seventeen yang ngisi (ciptakan) nyanyiin lagu ini, ane pikirin tribut buat Gusdur, eh subhanallah tapi enggak tahu angin atau apa kejadian sama Seventeen," kata Said.

Lirik yang ditulis dalam lagu tersebut memang seolah mengisyaratkan kepergian para personelnya. "Kini sendiri di sini/mencarimu tak tahu di mana/semoga tenang kau di sana selamanya"

Saking fenomenalnya lagu ini, nggak heran kalau "Kemarin" langsung melesat dan bertahan di peringkat #1 i-Tunes Indonesia. Selain "Kemarin", lagu-lagu Seventeen lainnya juga mendominasi tangga lagu ITunes Indonesia. Seperti "Jaga Selalu Hatimu", "Menemukanmu", dan "Jangan Dulu Pergi". Sementara untuk music videonya sudah ditonton lebih dari 4 juta kali, dan video liriknya ditonton lebih dari 1 juta kali. Kolom komentar kedua video tersebut juga dibanjiri ucapan duka cita. Video lirik ini dianggap mewakili tragedi kepergian para personelnya. Selamat jalan, kawan!


(Fadhil Nugroho Adi/CN41/SM Network)