• KANAL BERITA

Mahasiswa USM Bocorkan Cara Bertani di Lahan Sempit

Foto: suaramerdeka.com/dok
Foto: suaramerdeka.com/dok

EKSPRESI - Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) bekerjasama dengan Bhumi Horta, melakukan pelatihan tanam berbasis verticulture di Desa Wisata Gondang bertempat di balai desa Desa Wisata Gondang Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal pada Minggu, 16 Desember lalu.

Mahasiswa USM bersama salah satu Founder Bhumi Horta Semarang, Edi Gunawan, melakukan pelatihan tanam Teknik Verticulture Paralon ( Vertilon ). Teknik Vertilon ini tentu sama dengan teknik Verticulture pada umumnya, bedanya memakai paralon untuk meletakkan media tanam, selain gampang didapat pipa paralon juga mudah dibentuk sesuai dengan medianya.

Edi Gunawan mengatakan, pelatihan tanam yang dilakukan didesa wisata gondang ini bertujuan untuk memperkenalkan teknik bercocok tanam modern yang nggak membutuhkan banyak lahan pertanian serta lebih menghemat biaya dan mudah diterapkan.

Nah, sempitnya lahan pertanian sering menjadi alasan petani nggak bercocok tanam. Padahal dengan cara bertanam berjenjang (verticulture) seperti ini bisa menjadi peluang usaha agrobisnis bagi para petani lho.

"Kegiatan yang melibatkan taruna tani dari desa gondang ini memang sengaja dilakukan untuk meningkatkan minat para petani didesa gondang bercocok tanam dilingkungan tempat tinggalnya," kata Inunk salah satu mahasiswa Universitas Semarang.

Asrotun ketua Taruna Tani desa Gondang mengaku, sangat senang dengan adanya pelatihan tanam yang dilakukan didesanya dan berharap kegitan seperti ini sering dilakukan agar bisa membantu masyarakat di pedesaan.

Disamping itu, pelatihan tanam yang dilakukan Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM di desa Gondang ini untuk menerapkan salah satu mata kuliah Management Public Relations yang bertujuan meningkatkan perhatian masyarakat secara internal di desa gondang. Nggak hanya itu saja, pelatihan ini juga memperkenalkan wisata Desa Gondang kepada masyarakat di luar desa gondang lewat media sosial yang ada seperti Instagram, Facebook dan Whatsaap.

Diharapkan setelah adanya pelatihan ini akan mampu memberikan makna kepada masyarakat di desa wisata Gondang untuk lebih mengoptimalkan hasil bumi yang dimilki beruba sayuran sehingga menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Semarang, serta meningkatkan perekonomian masyarakat di desa Gondang.

 


(Red/CN42/SM Network)