• KANAL BERITA

Seni Tari Jaranan Semarakan Desa Wisata Kemetul

Foto: suaramerdeka.com/dok
Foto: suaramerdeka.com/dok

EKSPRESI - Indonesia merupakan Negara dengan beragam kekayaan suku dan kebudayaan. Namun Seiring dengan kemajuan era modern, banyak dari kebudayaan tersebut yang terlupakan. Anak-anak serta orang dewasa kini lebih menyukai lagu dan tarian yang berasal dari luar negeri dibandingkan lagu dan tarian yang berasal dari Indonesia sendiri.

Hal inilah yang melandasi di seleggarakannya kampanye explorasi budaya desa wisata Kemetul. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unversitas Semarang yang bekerja sama dengan pengelola desa wisata Kemetul membuat acara kampanye Desa Wisata. Kegiatan ini di selenggarakan pada hari minggu, 16 Desember, bertempat di desa wisata kemetul kecamatan susukan kabupaten semarang. Warga desa kemetul menampilkan pertunjukan seni tari jaranan khas desa Kemetul.

Uniknya, para penari tradisionalnya adalah anak-anak, yang dimana dijaman sekarang tidak suka dengan kesenian tradisional. 

Dengan  di selenggarakannya acara Explorasi Budaya Desa Wisata Kemetul, Nugroho selaku pengelola Desa Wisata Kemetul mengatakan, acara ini bertujuan agar masyarakat luas tau budaya tradisional desa wisata kemetul bukan hanya terkenal dengan 1000 gazebo dan bukit bintangnya. Tapi juga tari jaranan yang menjadi khas di desa wisata kemetul.

“Di acara kampanye ini, saya juga dibantu oleh para mahasiswa ilmu komunikasi universitas semarang untuk menyebarkan informasi mengenai desa wisata kemetul melalui media sosial,” ujar Nugroho.

“Saya dan teman-teman berupaya untuk mengkapanyekan Desa Wisata yang ada di Jawa Tengah Khususnya di Desa Wisata Kemetul karena menurut saya sebelum kita mencintai budaya luar, lebih baik kita mencintai kebudayaan kita sendiri,” ujar Idham selaku ketua kampanye.

Idham menambahkan, sebenarnya Desa Wisata di Jawa Tengah memiliki banyak sekali potensi, Ia berharap dengan di adakannya kampanye ini semoga masyarakat lebih peduli dan mencintai kebudayaan sendiri.

Acara Explorasi Desa Wisata Kemetul tidak hanya di ramaikan oleh pengunjung yang berasal dari Desa kemetul tetapi juga dari daerah sekitar.

“Sekarang sudah jarang banget sih acara kaya gini makannya selagi deket dan gak ada acara nyempetin buat datang kesini, ini juga pertama kalinya saya datang ke Desa Wisata Kemetul,” kata Alya, seorang pengunjung yang berasal dari Kota Semarang.

 

 


(Red/CN42/SM Network)