• KANAL BERITA

Mahasiswa FTIK USM Gelar Pelatihan Budidaya Cacing di Desa Wisata Gedangan

Foto: suaramerdeka.com/dok
Foto: suaramerdeka.com/dok

EKSPRESI - Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Semarang, membantu dalam pelaksanaan Pelatihan Budidaya Cacing Desa Gedangan sebagai bagian dari kegiatan yang ada dalam progam Desa Wisata.

Acara yang digelar pada Minggu, 2 Desember, di rumah salah satu warga ini sekaligus merupakan bentuk kerja sama antara Desa Wisata Gedangan dengan mahasiswa Universitas Semarang. Hal tersebut bertujuan untuk memperkenalkan lebih jauh lagi kepada masyarakat, bahwa Desa Wisata tersebut tidak hanya memiliki keunggulan dalam sektor pariwisata dan kesenian saja, namun ada satu potensi lain yaitu bidang kewirausahaan.

Peran mahasiswa Universitas Semarang dalam pelatihan ini yaitu membantu memperkenalkan kepada masyarakat tentang Desa Wisata Gedangan, dengan mempost acara ini dan potensi-potensi yang dimilik desa wisata ini ke instagram.

Disamping itu, pelatihan ini juga memberikan ilmu baru bagi para peserta tentang proses ternak cacing yang benar, serta adanya prospek yang menguntungkan bagi peternak cacing nantinya. Pelatihan ini diikuti oleh anggota koperasi PT Kamaltex dan sebagian masyarakat internal desa. Dimana materi pelatihan disampaikan oleh Purwanto (Tutor dari Desa Gedangan) dan Bambang (Anggota Kewirausahaan Mirna Sejahtera, Ungaran) yang memang menggeluti dunia cacing sejak beberapa tahun yang lalu.

Cacing yang digunakan sebagai praktek ada 4mpat jenis, yaitu cacing African Night Crawler (ANC), Tiger, Lumbricus dan Perionix. Dimana manfaat nya antara lain sebagai pakan ternak, penghancur sampah organik, obat thypus.

Dalam pelatihan ini, Purwanto mengungkapkan kalau dalam sebulan dia bisa menghasilkan kurang lebih 1 kwintal cacing siap jual dengan nilai omset kurang lebih 4-5 juta rupiah perbulan.

 "Kebanyakan pembeli saya itu dari pemilik tempat pemancingan, ada juga dari peternak burung" tutur purwanto.

purwanto melanjutkan, dengan adanya pelatihan ini diharapkan kepada peserta mampu mendapatkan pelajaran untuk menjadi mandiri dan lebih mengenal tentang Desa Wisata Gedangan.

Berbeda dengan pembudidaya asal kabupaten Semarang ini, Bambang mengungkapkan kepada peserta jika ia hanya membudidayakan satu jenis cacing saja yang memang ia geluti yaitu jenis Lumbicrus.

"Karena faktor geografis dan tingkat suhu yang berbeda yang menyebabkan saya hanya dapat membudidayakan satu jenis cacing saja".


(Red/CN42/SM Network)