• KANAL BERITA

Tak Berarti Tak Bisa Bernyanyi, Ini Alasan Banyak Penyanyi Lipsync di Opening Ceremony Asian Games 2018!

Foto : berbagai sumber
Foto : berbagai sumber

EKSPRESI – Belum lama ini, Indonesia baru saja sukses besar-besaran menggelar opening ceremony Asian Games 2018 yang begitu megah. Lighting, konsep, tata panggung, semuanya berjalan dengan sangat mulus dan apik. Menghibur ratusan ribu pasang mata yang memadati kursi penonton stadion Gelora Bung Karno. Namun, dibalik kesuksesan tersebut, ada satu hal yang menurut masyarakat terutama netizen cukup mengganjal. Nggak lain nggak bukan, adalah perkara hampir semua penyanyi yang tampil disana lipsync.

Dipaparkan oleh Creative Director, Wishnu Tama, dalam sebuah penjelasan di video vlog milik Anji Manji, pihaknya mengatakan, bahwasannya sebenarnya nggak ada hal yang perlu dibesar-besarkan terkait soal lipsync. Karena hal seperti itu katanya memang cukup wajar untuk acar berkaliber Internasional. Hal ini pun di dasari karena faktor teknis yang ditakutkan dapat mengganggu para penyanyi kalau misal mereka tampil secara live performance tanpa lipsync.

“Bukan terlalu memalukan dan saya rasa juga Via tidak perlu minta maaf. Itu alasan teknis, bukannya Via tidak mampu menyanyi,” kata Tama kepada Anji melalui sambungan telefon.

CEO Netmediatama tersebut juga menambahkan soal hal mendasar kenapa para penyanyi disarankan untuk bernyanyi secara lipsync. Katanya, semua artis, panitia, pendukung pada acara tersebut semua menggunakan Earpiece Wireless yang mana akan sangat beresiko dapat mengganggu sinyal mic dari si penyanyi jika bernyanyi secara live.

“Kira-kira pada malam itu ada 7000 wireless earpiece monitor. Oke. Ini kita baru bicara di performer. Belum wireless atau HT yang berkomunikasi itu ribuan malam itu. Iya kan? Termasuk panitia, termasuk pengamanan, termasuk Paspampres,” kata Wishnutama.

"Itu sangat beresiko, jika pada saat itu (jammer) dinyalakan pasti akan menganggu frekuensi semuanya. Resiko-resiko tadi itu terlalu tinggi untuk sebuah pagelaran yang sifatnya seperti ini. Berbahaya buat penampilan siapapun,” imbuhnya.

Seolah tak ingin terbawa suasana karena komentar miring para netizen, Tama pun kekeuh menganggap bahwa lipsync adalah hal yang wajar disaat ada pada kondisi tertentu. Catatannya adalah yang penting suara yang di lipsync adalah hasil dari si penyanyi aslinya secara langsung.

"Saya nggak pernah denger sepanjang karir saya, baru pertama kali ini lipsync dipermasalahkan. Dan itu di Indonesia. Saya terkesan dengan komentar-komentar orang yang tidak bisa melihat keberhasilan acara ini secara umum," ujar Wishnutama.

Pun di akhir video, Wishnu Tama malah memberikan tantangan kepada masyarakat Indonesia untuk saling berkompetisi di industri kreatif secara sehat.


(Imam Supriono/CN46/SM Network)