Kemitraan dengan Hotel Akan Menyerap Produk UMKM di Jateng dan DIY, Komitmen Tertuang di Perjanjian Kerja Sama

- Sabtu, 28 Agustus 2021 | 11:34 WIB

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kolaborasi Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) dengan perusahaan grup perhotelan Accor diharapkan mampu menarik lebih banyak produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang diserap hotel.

Komitmen ini tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara The Phoenix Hotel Yogyakarta-MGallery dengan UMKM Rumah Keju Jogja dan Coklat nDalem.

Kedua UMKM tersebut adalah hasil kurasi bersama antara Smesco Indonesia dan grup Accor.

Baca Juga: Kemenko Perekonomian Saluran KUR Pertanian di Kota Palu untuk Mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan, program ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan Nota Kesepahaman antara grup Accor dengan Smesco Indonesia, tentang Pembentukan Kerja Sama dalam Pengembangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah untuk mendukung Pemulihan Ekonomi pada Bidang Jasa Perhotelan pada awal April 2021 lalu.

''Sudah ada beberapa produk UMKM yang dikurasi dan kemudian dikerjasamakan dengan hotel jaringan grup Accor. Keduanya saling mendukung karena kedua sektor bisnis ini sama-sama mengalami dampak akibat pandemi Covid-19,'' kata Teten.

UMKM ditantang untuk mencari solusi bersama yang dibutuhkan hotel.

Baca Juga: Mudahkan Transaksi Melalui Pospay

Hal ini diakui Menteri Teten menjadi berkah di tengah pandemi Covid-19.

Upaya perbaikan rantai pasok terus dilakukan, mulai dari produk kuliner, fesyen, hingga groceries.

"Kerja sama ini merupakan suatu proses mendorong produk UMKM naik kelas. Sekaligus untuk membranding bahwa kualitas produk UMKM mampu bersaing dengan brand besar," tegasnya.

Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah KemenkopUKM Hanung Harimba Rachman menambahkan, Smesco telah mengkurasi bersama sejumlah produk UMKM yang dibutuhkan oleh hotel dan restoran, seperti dekorasi, toiletries, amenitis, kebutuhan rumah tangga, minibar, dan kebutuhan restoran.

Saat ini sudah terkurasi lebih dari 80 dari 600 UMKM yang memiliki produk unggulan yang dapat memenuhi industri perhotelan.

Saya mengapresiasi agenda  penandatanganan kontrak kerja sama antara The Phoenix Hotel dengan tiga UMKM produsen keju, butter, dan cokelat.

Sementara itu, Chief Executive Officer Accor Southeast Asia, Japan, South Korea Garth Simmons mengatakan, dukungan kolaborasi untuk pengembangan UMKM dan keberhasilan gerakan Vangga Buatan Indonesia akan terus dilakukan.

Simmons menambahkan, berbagai kemitraan dengan UMKM lokal dan hotel Accor yang tersebar di seluruh Indonesia dilakukan.

Termasuk menampilkan produk mereka di area hotel, konsinyasi, penggunaan produk dalam operasional hotel, serta penyerapan produk yang selaras dengan program promosi dan pemasaran brand.

The Phoenix Hotel Yogyakarta - MGallery mengkurasi produk UMKM sejalan dengan program brand MGallery, Inspired by Her dan Memorable Moment. Inspired by Her adalah program yang dirancang oleh dan untuk perempuan, menawarkan produk herbal, kosmetik, spa, dan cokelat yang disesuaikan.

Program Memorable Moment diwujudkan melalui pameran repro furnitur khas Soekarno untuk ruang kerja museum Bung Karno di property ini, menggunakan produk-produk dari UKM serta Soekarno Signature Dish pilihan makanan favorit Bung Karno menggunakan bahan-bahan dari UKM termasuk keju sebagai salah satu dari bahan-bahannya.

Grand Mercure & ibis Yogyakarta Adisucipto mengkurasi produk dengan UMKM sesuai dengan esensi brand hotel “Inspired by Local”.

Kemitraan dilakukan dengan UKM, membatik dengan gaya klasik Yogyakarta, pembuat moonpia (jajanan khas hotel), pengrajin wayang kulit membuat wayang, dan ditangani oleh ahli seni tradisional pewayangan, dan lain-lain.

Novotel Yogyakarta mendukung petani dan peternak lokal seperti beras, telur, krecek, ayam kampung, nangka muda, ikan, bumbu-bumbu rempah, dan kopi, dan UMKM lokal dengan membuat tampilan baru untuk menu-menu makanan berkonsep tradisional yang dibalut dengan modernitas.

Novotel Suites Yogyakarta Malioboro bermitra dengan UMKM di Yogyakarta dan sekitarnya, mengemasnya menjadi “Jajanan Mataram” berbagai macam makanan dan minuman ringan ciri khas Yogyakarta dan Jateng seperti lumpia dari tumbas lumpia, jamu dari leli jamu hingga kudapan kesukaan Sri Sultan Hamengku Buwono-VIII yang diolah dari singkong hasil budidaya petani dan UMKM lokal.

Selanjutnya ibis Styles Yogyakarta bekerja sama dengan beberapa UMKM seperti berbagai produk wedang, empon-empon dan lainnya yang bisa menjadi pilihan tamu yang ingin menikmati minuman kesehatan.

Hotel juga bekerja sama dengan UMKM yang menghasilkan kudapan tradisional seperti bakpia, fesyen, asesoris, juga pemasok daging , sayur, telur, beras, dan lainnya.

Sementara itu, ibis Semarang Simpang Lima bermitra dengan koperasi peternak unggas, produsen roti, dan pemasok kopi lokal di Jateng.

The Royal Surakarta Heritage-MGallery, Novotel Solo dan ibis Styles Solo, berkolaborasi dengan UMKM untuk makanan khas Solo yang disajikan untuk tamu VIP serta pakaian batik dan kerajinan khas dari Solo yang dipajang di hotel.

Novotel Semarang dan ibis budget Semarang bermitra dengan UMKM di Jawa Tengah melalui pemanfaatan produk untuk kebutuhan hotel, konsinyasi, dan kegiatan pameran UMKM.

Produk seperti kopi, wingko, enting-enting gepuk batu, roti dan puluhan produk UMKM lainnya dapat dinikmati oleh para tamu di area restoran dan lobby hotel.

Halaman:
1
2
3
4

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X