Pajak Bertutur 2021: Program Inklusi Bentuk Generasi Emas Sadar Pajak

- Kamis, 26 Agustus 2021 | 07:15 WIB
Kegiatan Pajak Bertutur 2021 di lingkup Kanwil DJP Jateng I secara virtual. (suaramerdeka.com / dok)
Kegiatan Pajak Bertutur 2021 di lingkup Kanwil DJP Jateng I secara virtual. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kegiatan Pajak Bertutur 2021 sebagai program Inklusi Kesadaran Pajak dalam pendidikan di Kanwil DJP Jateng I mengajak 500 perwakilan siswa-siswi.

Di antaranya berasal dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga, Kudus, Blora, Pemalang, Rembang dan Kendal.

Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah I, Teguh Budiharto menjelaskan, kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pajak ini sebagai bentuk edukasi perpajakan kepada calon wajib pajak masa depan.

"Ini termasuk dalam Rencana Strategis DJP tahun 2020-2024, yang bertujuan membentuk generasi emas Indonesia yang cerdas dan sadar pajak,'' ujar Teguh melalui aplikasi Zoom Meeting yang juga disiarkan melalui YouTube Kanwil DJP Jateng I, kemarin.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini: Cerah Berawan Sepanjang Hari

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Prof Dr Mushadi dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri. Keduanya dinobatkan sebagai Insan Inklusi Kesadaran Pajak tahun 2021.

Prof Mushadi adalah relawan pajak non mahasiswa yang sangat aktif menyelenggarakan kegiatan dengan cara menyisipkan materi perkuliahan muatan inklusi pajak.

Begitu pula dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri yang secara aktif berkontribusi dalam melakukan Perjanjian Kerjasama dengan menyisipkan materi inklusi kesadaran pajak di tingkat Sekolah Dasar Negeri sebanyak 325 unit sekolah dan Sekolah Menengah Pertama Negeri berjumlah 44 unit se-Kota Semarang.

Dalam sambutannya, Teguh menjelaskan pentingnya pajak sebagai tulang punggung penerimaan negara dengan kontribusi lebih dari 71 persen dalam penerimaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga: Piala Liga Jerman: Bayern Muenchen Hantam Bremer SV 12-0

Hal ini membuktikan bahwa pajak berperan penting dalam pembiayaan berbagai sektor, seperti pembangunan infrastruktur seperti sekolah, rumah sakit, jalan dan jembatan, dll.

Kemudian, pembayaran gaji dan tunjangan pegawai negeri sipil seperti para guru, polisi, tentara, Dana BOS, serta terkait kondisi saat ini adalah dalam hal penanganan Covid-19.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Menteri Keuangan Menyapa melalui relay Youtube Direktorat Jenderal Pajak pun juga turut hadir.

Sri Mulyani menyampaikan bahwa edukasi, sosialisasi pemahaman melalui pajak harus dilakukan bahkan sejak dini.

Pendidikan mengenai ketatanegaraan, kewarganegaraan, kecintaan kepada negara sudah seharusnya dalam satu nafas dengan kewajiban untuk membayar pajak.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dinkop Nyatakan Koperasi Tekad UPGRIS Kategori Sehat!

Jumat, 3 Februari 2023 | 16:19 WIB
X