Kemendag Perkuat Eksistensi Kopi Indonesia di Amerika Serikat

- Minggu, 22 Agustus 2021 | 10:39 WIB
Kopi andalan Salatiga.(Foto: ist)
Kopi andalan Salatiga.(Foto: ist)

Acara dihadiri 27 peserta dari roastery, kafe, dan perusahaan AS yang bergerak di sektor kopi.

Sejumlah sampel kopi yang ditampilkan antara lain indikasi geografis Gayo, Mandailing, Jawa Prenger, Jawa Ijen (Ijen Raung), Bali Kintamani, Flores Bajawa, dan Toraja yang berasal dari koperasi dan pemasok perorangan.

Sampel kopi yang lolos adalah kopi dengan skor di atas 80, sesuai standar kopi specialty dari asosiasi kopi specialty (Specialty Coffee Association/SCA), serta tidak memiliki cacat minor maupun mayor.

Sebagian besar peserta lokal belum pernah ke Indonesia. Para peserta berbagi cerita tentang varietas kopi yang disukai pasar AS, kemudian ITPC Chicago berbagi cerita tentang varietas kopi asal Indonesia yang dapat menarik perhatian konsumen AS lalu membuka sesi cupping.

Baca Juga: Laka di Jalur Tengkorak, Empat Orang Luka

Sejumlah nama yang memberi evaluasi saat cupping antara lain Al Liu dan Joe Pichetti dari Colectivo, Christoper dari Café Dangdut New York, Avery Davis dan Mackenzie dari Roastery & Café Umbria, Didier Thierry dari Kapej Café, Hendra Handoyo dari Harvest Internasional, dan Colin Frew dari Metric Coffee.

Iska menjelaskan, sesi cupping ini telah memberikan pengalaman tersendiri bagi para peserta.

“Sesi cupping ini telah mengubah pandangan beberapa roaster lokal. Sebelumnya, mereka memiliki preferensi yang cenderung familier dengan jenis kopi full washed-dry hulling seperti dari Kosta Rika. Namun usai cupping, para peserta mendapat sensasi khas kopi Indonesia."

"Dari situ, para peserta berbagi pengetahuan tentang jenis kopi yang diminati pasar Chicago dan berdiskusi dengan para narasumber untuk menggali lebih dalam tentang sampel kopi yang tersaji,” jelas Iska.

Baca Juga: Perempuan Perlu Teladani RA Kartini: Berani, hingga Memiliki Tekad yang Bulat

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Sumber: Kemendag

Tags

Terkini

X