Perkebunan Kopi Rakyat Putus Rantai Panjang Distribusi

- Senin, 16 Agustus 2021 | 19:01 WIB
Kopi andalan Salatiga.(Foto: ist)
Kopi andalan Salatiga.(Foto: ist)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Pengembangan potensi kopi di Salatiga dalam hal pemasaran merupakan aspek yang penting. Pemasaran produk kopi di coffee shop lokal milik masyarakat dan pekebun dapat memotong rantai distribusi yang panjang dan menambah pendapatan pekebun.

Menurut Prof Dr Ir Masyhuri, anggota Dewan Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, kerja sama dan kelembagaan pekebun kopi diperlukan untuk dapat mengembangkan usaha tani kopi, terutama pada perkebunan rakyat seperti di Salatiga.

''Pemasaran produk kopi di coffee shop lokal milik masyarakat dan pekebun dapat memotong rantai distribusi yang panjang dan menambah pendapatan pekebun. Dengan memendeknya rantai distribusi produk kopi, pendapatan pekebun juga akan meningkat,'' tandas Masyhuri.

Baca Juga: Harga Jauh Lebih Mahal, Ketua DPD Gerindra Jateng: Program E-Warong Seperti Proyek Bancakan Segelintir Oknum

Ia mengungkapkan hal itu webinar ''Kopi Salatiga: Dari Indonesia Menuju Dunia''. Webinar digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) 2021 Unit 073, Kecamatan Argomulyo, Salatiga.

Dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Anggoro Cahyo Sukartiko STP MP PhD menjelaskan pentingnya indikasi geografis produk kopi. Produk dengan indikasi geografis terkait erat dengan daerah produk tersebut berasal. Pasalnya, ada faktor alam, manusia, ataupun kombinasi keduanya yang dapat berpengaruh.

''Salah satu produk indikasi geografis (IG) yang mendominasi di Indonesia yakni kopi. Adanya IG produk memungkinkan petani dan produsen menyediakan informasi kualitas penciri produknya kepada konsumen melalui label, melindungi produk tersebut dari upaya pemalsuan/ penyalahgunaan, serta secara tidak langsung meningkatkan kesejahteraan produsen. Indikasi geografis produk belum menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam keputusan pembelian, namun konsumen akhir bersedia membayar lebih untuk produk IG,'' paparnya.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Bakal Lebih Rendah Akibat Puncak COVID

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga, Nunuk Dartini SP MS mengatakan perkebunan kopi Salatiga yang didominasi perkebunan rakyat sangat potensial dikembangkan melalui kerja sama dan kelembagaan pekebun kopi di tingkat masyarakat.

Hal ini juga mendapat dukungan pemerintah dengan adanya penyuluhan pekebun kopi untuk membudidayakan kopi sesuai GAP, revitalisasi perkebunan rakyat dengan pemanfaatan KUR, dan identifikasi potensi spesifikasi lokal produk kopi Salatiga.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

14 Pilihan Sistem Akuntansi Terbaik untuk Bisnis

Selasa, 7 Desember 2021 | 18:29 WIB

Faskes di Tanah Air Bisa Bersaing dengan Negara Maju

Kamis, 25 November 2021 | 14:25 WIB
X