Cepat Pulih dari Dampak Covid-19, Saham Bank Mandiri Dinilai Masih Prospektif

- Senin, 16 Agustus 2021 | 05:25 WIB

JAKARTA, suaramerdeka.com – Saham bank beraset kecil yang bertransformasi menjadi bank digital ramai diperdagangkan di bursa saham Tanah Air.

Beberapa emiten bahkan harga sahamnya sudah ’terbang’ dengan PBV dan PER yang sangat mahal.

Padahal, kinerja sejumlah bank mini tersebut masih rugi pada semester I-2021, bahkan ada yang belum beroperasi secara digital.

Sementara itu, harga saham sejumlah bank beraset besar yang mencatatkan kinerja positif, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), justru dalam kondisi terlalu murah.

Menurut analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardiastama, saham Bank Mandiri diyakini masih akan bertengger di 10 besar market cap di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham bank ini dinilai masih sangat prospektif untuk memberikan return yang optimal bagi investor saham.

Sebab, Bank Mandiri terbukti cepat pulih dari dampak pandemi Covid-19. Terbukti, dari kemampuan perseroan dalam meraih performa positif pada paruh pertama tahun ini.

Hal itu tercermin dari pertumbuhan transaksi digital Bank Mandiri yang turut menopang kenaikan perolehan margin bisnis ke depan.

Berdasarkan data kinerja semester I-2021, penggunaan aplikasi Livin’ by mandiri meningkat pesat mencapai 7,8 juta nasabah dengan nilai transaksi finansial sebesar Rp 728,9 triliun, tumbuh 59% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, perseroan akan fokus memacu inovasi digital untuk meningkatkan akses nasabah kepada layanan dan produk perbankan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akhir Tahun 2021 di Jateng Alami Inflasi 0,64 Persen

Selasa, 4 Januari 2022 | 14:38 WIB
X