PLN Dukung Industri Peternakan Ayam via Program Electrifying Agriculture

- Jumat, 13 Agustus 2021 | 11:08 WIB
Manager PLN UP3 Salatiga, Arif Rohmatin (kiri) saat berkunjung ke kandang milik warga di Krajan, Tengaran. (suaramerdeka.com / dok)
Manager PLN UP3 Salatiga, Arif Rohmatin (kiri) saat berkunjung ke kandang milik warga di Krajan, Tengaran. (suaramerdeka.com / dok)

Utamanya pelaku usaha peternakan ayam yang mulai beralih sistem close house  skala kecil maupun menengah.

Menurutnya, perubahan dari kandang terbuka ke tertutup, memerlukan listrik untuk menggerakkan blower.

Adapun, setiap satu blower membutuhkan daya 1.500 VA dengan perlantai kandang minimal dua blower.

"Dengan sistem kandang tertutup ini bisa menaikkan kapasitas ayam yang awalnya hanya 7.000 ekor bisa sampai 12.000 ekor," ujar Amin.

Baca Juga: Kekhawatiran pada Permintaan Membuat Harga Minyak Dunia Turun

Hal yang sama juga dirasakan oleh Sumardi, pemilik ayam dengan kapasitas 5.500 ekor yang berlokasi di Kali Jali, Kabupaten Semarang.

Menurutnya, kehadiran listrik sangat vital sebagai penggerak blower dan lampu yang merupakan pendukung penting sistem closed house.

Dengan beralih ke kandang tertutup itu, suhu atau temperatur bisa lebih diatur baik musim hujan maupun musim panas.

Kemudian masa panen bisa lebih cepat dengan bobot ternak yang dihasilkan lebih besar dua ons per ekor.

"Yang pasti lebih ramah lingkungan karena bau yang dikeluarkan hanya satu arah tidak menyebar," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X