Pengamat: Jokowi Tunjukkan Sikap Negarawan

- Minggu, 17 Februari 2019 | 21:12 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

SEMARANG,suaramerdeka.com - Cuitan chief executive officer (CEO) Bukalapak, Achmad Zaky, terkait dana research and development (R&D) dan 'presiden baru' menuai kontroversi dan sempat viral di dunia maya. Tak sedikit pihak yang menuding Zaky sebagai sosok yang 'tak tahu terima kasih' lantaran menyinggung soal 'presiden baru', padahal di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) marketplace bisa berkembang pesat.

Pengamat komunikasi politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing mengatakan, kendati sempat membuat para pendukung calon presiden petahana tersinggung, Jokowi tampil elegan dengan menemui langsung dan memaafkan Zaky di Istana Merdeka, kemarin. Menurut Emrus, dengan demikian Jokowi telah menunjukkan sikap sebagai seorang negarawan.

"Ini menunjukkan sosok Jokowi yang bersikap negarawan dan visioner, bukan sosok yang mementingkan politik praktis. Ia memandang jauh ke depan, tidak lalu memperbicangkan sesuatu yang jusrtru memperuncing persoalan," kata Emrus, dalam keterangan tertulis, Minggu (17/2).

Ia menandaskan, pertemuan Zaky dengan Presiden Jokowi, merupakan sesuatu yang positif untuk meredakan kegaduhan. "Pak Jokowi termasuk yang mensuport penuh usaha-usaha kaum milenial, termasuk Bukalapak ini, dan realisasnya memang sangat baik. Presiden sangat konsern terhadap kemajuan kaum milenal dan sangat mengapresiasi usaha-usaha kaum muda," urainya.

Ditambahkan, pertemuan antara Jokowi dan Zaky menunjukkan bahwa sang Presiden punya visi untuk milenial. Termasuk meyakini kaum milenial harus dipersiapkan masa depannya sejak saat ini.

"Dalam konteks pertemuan tersebut, Jokowi secara tidak langsung menyampaikan pesan bahwa anak muda bisa saja melakukan kesalahan, namun seorang senior harus bisa membantu untuk mengarahkan ke hal positif," ujar penyandang gelar doktor ilmu komunikasi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) ini.

Masih menurut Emrus, pertemuan antara keduanya, menunjukkan bahwa Presiden Jokowi tidak terkecoh oleh kritikan yang ada di ruang publik terhadap Zaky. Tetapi justru memberikan kesempatan dan menerima permohonan maaf sekaligus dialog.

"Inilah bukti bahwa Jokowi negarawan, tidak hanyut di dalam arus kritikan. Jokowi membuat solusi-solusi dalam bentuk dialog, suatu yang bagus. Selain itu, saya melihat maksud yang dikemukakan Zakuy adalah suatu masukan bagi pemerintah mau pun pemerintah yang akan datang," urai Emrus.

Hal lain yang perlu digarisbawahi dalam pertemyan itu adalah, ketika ada permasalahan yang sifatnya missunderstanding atau miss comunication dapat deselesaikan dengan saling bertukar pesan melalui proses komunikasi. "Artinya pertemuan suatu hal yang baik untuk menyelesaiakan persoalan, dan saya pikir Jokowi termasuk tokoh yang memperhatikan itu," tandasnya.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

BSN Bikin Etalase Digital Produk UKM Ber-SNI

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:25 WIB

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X