Pascapandemi, Membangun Kembali Perekonomian Harus Berkeadilan Lingkungan, Sosial, Ekonomi

- Kamis, 12 Agustus 2021 | 19:15 WIB
Diskusi daring terkait strategi pencapaian pertumbuhan ekonomi di masa pandemi bersama Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang, Kamis (12/8). (suaramerdeka.com/dok)
Diskusi daring terkait strategi pencapaian pertumbuhan ekonomi di masa pandemi bersama Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang, Kamis (12/8). (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Prof. Sudharto P. Hadi, Guru Besar Manajemen Lingkungan dari Undip, menyampaikan, bila membangun kembali perekonomian setelah pandemi Covid-19 harus lebih berkeadilan.

Perlu pemikiran bersama. Di mana keseimbangan antara Lingkungan, Sosial dan Ekonomi, harus sudah dilakukan banyak pihak.

“Yang kita lihat selama ini tiga pilar belum dilakukan secara seimbang. Terkonstraksinya ekonomi saat ini mungkin akan digenjot kembali penuh setelah pandemic Covid-19 berakhir. Tentu hal itu akan menimbulkan ketidakadilan lingkungan,” jelasnya dalam diskusi daring terkait strategi pencapaian pertumbuhan ekonomi di masa pandemi bersama Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang, Kamis (12/8).

Baca Juga: Indonesia Disebut Sudah Lewati Puncak Kasus Covid-19

Sehingga, lanjut dia, pemulihan ekonomi harus lebih berketahanan dan berkelanjutan (recilience). Membangun kembali setelah pandemi itu keniscayaan untuk dipikirkan bersama.

“Analoginya kita menghadapi setelah tsunami. Pola pembangunan seperti apa yang akan dilakukan. Pola sebenarnya bukan recovery (pemulihan), tapi membangun kembali yang lebih kuat lebih tangguh berkelanjutan (recilience). Pembangunan yang punya daya tahan , sebuah pertumbuhan ekonomi yang bukan hanya pertumbuhan ekonomi tapi juga mengutamaka kelestarian lingkungan dan pemerataan,” tegasnya.

Vaksinasi Pekerja Sektor Manufaktur

Ekonom dari Universitas Diponegoro (Undip) Prof. Dr. FX Sugiyanto MS, mengemukakan, nilai ekspor dari produk manufaktur di Jawa Tengah masih bagus di tengah pandemi Covid-19 tahun 2021 ini. Di mana sektor ini menjaga pergerakan ekonomi, sekaligus memiliki banyak tenaga kerja. Para pekerja diharap bisa lebih diperhatikan untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Jadi tahapan kita sekarang memang penyelamatan kesehatan itu. Namun di sisi ekonomi sektor manufaktur saat ini kontribusinya besar dan tumbuh positif. Sehingga, tenaga kerja di sana yang banyak itu prioritas untuk vaksinasi. Semoga bisa menyasar ke sana, maka strategi ini (bisa) melampaui dua pulau sekaligus yakni menyelamatkan (sisi) kesehatan dan ekonomi,” terangnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X