Tingkatkan Efektivitas, Peran Bulog dalam Rantai Pasok Beras Nasional Perlu Dievaluasi

- Kamis, 12 Agustus 2021 | 13:50 WIB
Beras Bulog (suaramerdeka.com/Cun Cahya)
Beras Bulog (suaramerdeka.com/Cun Cahya)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah perlu melakukan evaluasi terkait peran Perum Bulog dalam rantai pasok beras nasional.

Evaluasi ini dibutuhkan untuk meningkatkan efektivitas peranan Bulog dan menciptakan pasar beras yang lebih sehat dan tidak rentan terhadap kenaikan harga.

Bulog terlibat di tingkat hulu dan hilir dalam rantai pasok beras seperti yang ditetapkan oleh Peraturan Presiden Nomor 48 Tahun 2016 Pasal 3 (2).

Masalah muncul karena, di tingkat hulu, Bulog harus melakukan pengadaan beras dari petani. Tetapi kemudian Bulog mengalami kesulitan untuk mendistribusikan beras di pasar tingkat hilir.

Baca Juga: Layak Ditonton, 7 Film Ini Mengisahkan Kemerdekaan Republik Indonesia

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Indra Setiawan menuturkan, tidak seperti pihak swasta, Bulog harus membeli beras dengan semua tingkat kualitas dan menyimpan stok penyangga sebagai cadangan nasional di gudangnya.

“Penugasan untuk menjaga stok penyangga nasional tanpa kebijakan yang jelas bagaimana distribusinya di tingkat hilir memiliki dampak jangka panjang untuk pengelolaan Bulog," kata dia.

Bulog menggunakan biaya pemerintah saat bersaing dengan pihak swasta dalam pengadaan beras.

Penugasan untuk menjaga stok nasional memunculkan biaya tambahan. Sementara kualitas beras menurun, dan pembayaran bunga pinjaman bank semakin bertambah.

Baca Juga: Vaksinasi Door to Door Diperluas, BIN Siapkan 50 Ribu Vaksin di 14 Provinsi

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

14 Pilihan Sistem Akuntansi Terbaik untuk Bisnis

Selasa, 7 Desember 2021 | 18:29 WIB

BSN Bikin Etalase Digital Produk UKM Ber-SNI

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:25 WIB
X