Dukungan Insentif Bantu Akselerasi BBM Ramah Lingkungan

- Rabu, 11 Agustus 2021 | 16:23 WIB
Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan bisa didorong salah satunya dengan pemberian insentif. (suaramerdeka.com/dok)
Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan bisa didorong salah satunya dengan pemberian insentif. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Upaya pemerintah untuk mengakselerasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan bisa didorong salah satunya dengan pemberian insentif.

Pakar Universitas Diponegoro, Prof Dr Ir Syafrudin CES MT mengungkapkan, sektor transportasi memberikan sumbangan 5-10 persen terhadap pencemaran udara yang memicu perubahan iklim.

Untuk itulah, penggunaan bahan bakar yang ramah lingkungan sangat penting, sesuai dengan peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 20 Tahun 2017 tentang Penerapan Bahan Bakar Standar Euro 4.

"Bisa juga pemerintah memberikan dukungan berupa insentif, karena telah menggunakan bahan bakar ramah lingkungan pada transportasinya, sehingga mereka diberi insentif dengan pengurangan pajak. Ini karena dia sudah berkontribusi untuk lingkungan yang lebih baik," ujar Syafrudin, Rabu, 10 Agustus 2021.

Baca Juga: Ganjar Sebut Masuk Mal Harus Sudah Divaksin Tidak Adil, Aturan itu Nggak Fair

Penggunaan BBM ramah lingkungan juga harus terus ditingkatkan untuk meminimalisir perubahan iklim akibat polusi udara.

Apalagi, Indonesia juga telah menandatangani Perjanjian Paris pada tahun 2016 lalu, yang artinya telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas karbon di udara.

"Sebenarnya penggunaan BBM kita sekarang sudah cukup moderat. Namun memang tetap perlu didorong untuk penggunaan BBM ramah lingkungan, artinya BBM yang pembakarannya tidak menambah beban kualitas udara, seperti Pertamax Series," imbihnya.

Dijelaskan, BBM ramah lingkungan seperti Pertamax ini memiliki RON tinggi di atas 91, sehingga menghasilkan pembakaran yang baik, dengan tingkat karbon dan timbal yang rendah.

Baca Juga: Kebijakan Masuk Mal Wajib Vaksinasi Sudah Mengakomodir Berbagai Masukan

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

X