Pemerintah Tak Bisa Terus Menekan IHT, Produk Sudah Cukup Berat Terbebani Pajak

- Rabu, 11 Agustus 2021 | 08:12 WIB
Tembakau (Foto Istimewa)
Tembakau (Foto Istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Peneliti Pusat Pengkajian Kebijakan Ekonomi Universitas Brawijaya Malang, Imanina menuturkan, saat ini produk industri hasil tembakau (IHT) telah cukup berat dibebani berbagai pajak yang harus ditanggungnya.

Wanita yang juga dosen itu juga menuturkan, pemerintah tidak bisa terus menekan IHT dengan terus menerus menaikkan tarif cukainya.

Hal itu karena konsekuensi dari kenaikan cukai yang eksesif dan terus menerus yang dilakukan pemerintah tidak hanya berdampak negatif pada keberlangsungan IHT saja, tetapi juga memicu semakin maraknya peredaran rokok ilegal.

Di mana hal itu justru dapat menjadi bumerang bagi penerimaan pemerintah berupa hilangnya potensi penerimaan negara.

Baca Juga: Syarat Sertifikat Vaksin untuk Akses Tempat Umum, Puan: Cakupan Vaksinasi Harus Diperluas

Karena itu, agar IHT tidak terus menerus menjadi andalan pendapatan negara dari cukai.

Menurut Imanina, pemerintah perlu meningkatkan tax base atau barang-barang lain yang kena cukai. Beberapa di antaranya adalah plastic, soda atau sugar tax

Barang kena cukai yang telah diterapkan di beberapa negara lain dapat diadopsi oleh Indonesia untuk dapat menjadi alternatif penerimaan cukai pemerintah selain cukai hasil tembakau atau CHT.

"Komoditi-komoditi yang dapat dimasukkan ke dalam BKC antara lain: baterai, penggunaan freon, makanan dan minuman berkarbonasi, gula, kendaraan bermotor, kartu permainan, peralatan listrik, bahan peledak, parfum, perhiasan, dan masih komoditi lainnya yang dapat dikaji,” papar Imanina.

Baca Juga: Rotasi dan Pengisian Kepala OPD Mulai Ramai Diperbincangkan, Bupati Blora: Tunggu Hasil Penilaian Kinerja 

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X