TV dan Media Digital Kuasai Platform Media Iklan

- Minggu, 16 Desember 2018 | 23:42 WIB
foto ilustrasi - istimewa
foto ilustrasi - istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Media televisi dan platform digital masih memegang porsi dominan dalam pangsa pasar iklan. Televisi masih menduduki peringkat teratas dengan pengaruh sebesar 96 persen di Indonesia. Sementara platform digital pertumbuhannya terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal itu diungkapkan CEO DwiSapta Group (A Dentsu Aegis Network) Maya Watono di Jakarta, Kamis (13/12).

"Pada tahun 2019, pemilu yang jatuh bulan April kemudian diikuti bulan Ramadan dan Lebaran akan mempengaruhi dunia advertising. Kita harus lebih smart memilih platform, trennya masih TV, platform digital, dan platform media konvensional," katanya, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Maya yang akan segera menjabat selaku Country CEO Dentsu Aegis Network (DAN) Indonesia pada Januari 2019 mendatang menyatakan, Dwisapta akan menerapkan kombinasi antara media digital dan konvensional. Diperkirakan, dalam lima tahun mendatang Televisi dan platform digital masih menjadi dua media terbesar pangsa iklan.

Menurutnya, kondisi geografis Indonesia tidak bisa mengandalkan platform digital dalam pangsa iklan. "Infrastruktur internet di negara kepulauan ini belum sepenuhnya mendukung," katanya.

Dia menjelaskan selama ini media TV memiliki penetrasi hingga 96% sehingga kerap dijadikan tujuan penayangan iklan. Meski tarifnya mahal, namun iklan TV dapat menjangkau sebaran audiens yang luas. Namun, Maya mengakui pola hidup masyarakat kini berubah dimana TV tak lagi jadi satu-satunya hiburan.

"Sekarang nonton TV sambil lalu, mereka sudaj pegang HP. Kalau kita perhatikan iklan-iklan dengan suara bagus, kece itu membantu mereka menangkap atensi. Banyak iklan yang merubah cara komunikasi di TV," paparnya.

Sebagai CEO DAN Indonesia, Maya menargetkan pertumbuhan double digit dan agresif mencari klien baru. Hingga kini DAN Indonesia memiliki hampir 1.000 orang karyawan. Dentsu Aegis Network berkantor pusat di London dan kantor holding Dentsu Inc. di Tokyo, beroperasi di 145 negara di seluruh dunia dengan sekitar 300 perusahaan di bawahnya.

"Bertanggung jawab terhadap 1.000 orang karyawan DAN Indonesia, ini menjadi suatu tantangan tersendiri bagi seorang pemimpin bila skala yang dipimpin cukup besar. Yang kami jual bukan berupa produk, melainkan service, idea, dan expertise. Semuanya adalah keahlian yang kami tawarkan, bukanlah berupa barang jadi. Maka dari itu, “People are our Assets”. Sangatlah penting bagaimana kita me-manage talent yang ada,” tegas Maya.

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

14 Pilihan Sistem Akuntansi Terbaik untuk Bisnis

Selasa, 7 Desember 2021 | 18:29 WIB

BSN Bikin Etalase Digital Produk UKM Ber-SNI

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:25 WIB
X