Siomay Pohong Antarkan Jadi Juara MAPSI 

- Rabu, 28 November 2018 | 08:52 WIB
BERI PENGHARGAAN : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan penghargaan kepada Moreno Bryan Senviano siswa SDN Petompon 02 Semarang yang berhasil menjadi juara 1 Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (Mapsi) Bidang Kewirausahaan tingkat Provinsi Jawa Tengah di Balai Kota, Jalan Pemuda, belum lama ini. (Foto suaramerdeka.com/Fista Novianti)
BERI PENGHARGAAN : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan penghargaan kepada Moreno Bryan Senviano siswa SDN Petompon 02 Semarang yang berhasil menjadi juara 1 Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (Mapsi) Bidang Kewirausahaan tingkat Provinsi Jawa Tengah di Balai Kota, Jalan Pemuda, belum lama ini. (Foto suaramerdeka.com/Fista Novianti)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Inovasi makanan berbahan baku singkong atau pohong masih menjadi favorit. Singkong bisa diolah menjadi aneka kudapan salah satunya menjadi siomay. Ya, siomay pohong (Sipo) berhasil mengantarkan Moreno Bryan Senviano, siswa SDN Petompon 02 Semarang menjadi juara pertama Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (Mapsi) Bidang Kewirausahaan tingkat Provinsi Jawa Tengah. 

Moreno berhasil memperoleh penghargaan dan hadiah langsung dari Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu bertepatan pada Peringatan Hari Guru di Balai Kota, Jalan Pemuda, belum lama ini. Ide membuat Sipo ini bermula dari ibunya yang juga pemilik usaha Cafe Siomay Hot Plate di daerah Sam Poo Kong. ''Ide awalnya dari mamah, karena mamah jualan siomay. Saat itu, saya mengikuti kegiatan Mapsi Bidang Kewirausahaan tingkat Kota Semarang. Lalu, tercetuslah ide untuk membuat siomay pohong,'' tutur Moreno. 

Siswa kelas 5 itu belajar cara membuat dan cara memasaknya dengan bantuan ibunya bernama Sonya Lusiane di rumah. Cara membuatnya pun perlu keahlian khusus. Beruntung, Moreno bisa mempraktekannya saat perlombaan di depan juri. Moreno menceritakan, kali pertama singkong diparut dan dicampur adonan daging, ayam dan bumbu. Adonan singkong yang sudah siap dimasukkan ke dalam kulit siomay. Lalu, dibentuk bunga dan dikukus selama 90 menit. 

''Siomay pohong (Sipo) kemudian disajikan hangat dengan cocolan saus pedas. Makanan ini sangat disukai anak-anak. Saat selesai perlombaan dan disajikan, Sipo langsung ludes dicicipi pengunjung,'' ujar Moreno. 

Putra pasangan Seno Hartanto dan Sonya Lusiane ini tak menyangka Sipo buatannya bisa menarik minat juri untuk memenangkan Lomba Mapsi tersebut. Ia berhasil meraih juara pertama dalam lomba Mapsi Bidang Kewirausahaan mewakili Kota Semarang maju ke tingkat Jawa Tengah di Wonogiri. Produk buatannya Sipo juga mengalahkan produk lainnya dari kabupaten dan kota lainnya se-Jawa Tengah. 

Orang Tua Moreno, Sonya menambahkan, perlombaan Mapsi bertujuan sangat bagus untuk siswa. Kegiatan ini untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas siswa. Kejuaraan ini sangat baik untuk menambah bekal bagi siswa membentuk siswa mampu berinovasi dan berkreativitas. Pondasi ini sangat penting, ketika lulus nanti mereka tahan banting menghadapi kehidupan di tengah masyarakat. 

''Selama perlombaan pun, Moreno benar-benar meracik, memasak dan menyajikannya sendiri. Orang tua tidak boleh ikut campur. Saya bersyukur anak saya bisa memenangkan kompetisi ini tidak hanya tingkat Kota Semarang melainkan juga tingkat Jawa Tengah,'' ungkapnya. 

Dikatakannya, selain membuat Siomay Pohong, sebenarnya Moreno juga menciptakan dua produk lainnya. Yaitu Zapagu yaitu minuman wedang jahe, pandan dan gula jawa. Serta, kerajinan decopage dengan bahan baku botol. Diharapkan, produk yang dihasilkan Moreno bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Termasuk Sipo yang akan dijual seharga Rp 2 ribu per biji.

Editor: Maya

Tags

Terkini

X