Tidak Benar, Harga Telur Ayam Ras di Indonesia Lebih Mahal

- Sabtu, 24 November 2018 | 22:00 WIB
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita. (suaramerdeka.com/Wahyu Atmaji)
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita. (suaramerdeka.com/Wahyu Atmaji)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Beredar kabar bahwa harga telur ayam ras di Indonesia jauh lebih mahal dibandingkan dengan di Malaysia. Berita ini sempat menjadi viral dan membuat penasaran banyak pihak.

Tak terkecuali Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita. "Kami belerja keras menelusuri kebenaran kabar itu. Ternyata itu tidak benar sama sekali. Bahkan google juga mengonfirmasi ketidakbenaran itu," kata Ketut, di Jakarta, Sabtu petang (24/11).

Hal itu juga bisa dilacak dari Laporan Harga Harian di tingkat produsen dari Lembaga Otoritas yang mengatur Pemasaran produk Hasil Pertanian di Malaysia, melalui situs resmi Federal Agricultural Marketing Authority (FAMA) http://www.fama.gov.my dan direct link harga http://www.fama.gov.my/en/web/pub/harga-pasaran-terkini dapat dilihat bahwa harga rata-rata telur ayam ras di tanggal 22 November untuk  tingkat peternak 38 RM per 100 butir telur. Jika dikonversi ke Rp per kg dengan asumsi 1 kg telur sama dengan 17 butir, maka rata-rata senilai Rp 22.513 per kg.

Sedangkan untuk tingkat konsumen, FAMA menginformasikan harga per butir telur seharga 0.43 RM atau Rp 25.475 per kg.

"Hal ini menggambarkan bahwa jika dibandingkan dengan harga telur ayam ras di negara tetangga seperti Malaysia, sesungguhnya harga komoditas telur tidak berbeda jauh dengan harga telur di Indonesia," ucap Ketut.

Menurutnya, berdasarkan laporan dari Petugas Pelayanan Informasi Pasar (PIP) di daerah, tercatat di Minggu ke-II  November 2018  harga telur  di Indonesia rata-rata berada di kasaran Rp 19.209,- per kg. Di mana terjadi kenaikan sebanyak 1,58% dibandingkan dengan  rata-rata Minggu ke-II bulan sebelumnya yaitu harga Rp 18.909,-.

"Harga ini sudah sesuai dengan Harga Acuan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah," ungkapnya.

Ia katakan, bahwa Harga Acuan Pembelian di tingkat Petani yang diatur oleh Kementerian Perdagangan melalui Permendag No 96 tahun 2018, yaitu dengan kisaran Rp 18.000,-/Kg sampai dengan Rp 20.000,-/Kg.

"Selama satu bulan ini harga telur di tingkat peternak di 14 wilayah Provinsi sudah mulai merangkak naik setelah sebelumnya mengalami kondisi rendahnya rata-rata harga pada bulan Oktober di tingkat produsen sebesar Rp 18.909,- dan konsumen Rp 22.040,-

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Go Digital, Milenial Bisa Selamatkan UMKM

Selasa, 28 September 2021 | 14:31 WIB

Terhimpit Pandemi, Capaian Pajak Hiburan di Sleman Rendah

Selasa, 28 September 2021 | 14:13 WIB

Harga Telur Anjlok, Peternak Sebut Ada 3 Faktor Penyebab

Senin, 27 September 2021 | 16:00 WIB

Sinergi Hippindo dan Kadin Jawa Tengah Serap Produk UMKM

Senin, 27 September 2021 | 13:29 WIB

PLN Cari Mitra Usaha untuk Bangun Lebih dari 100 SPKLU

Senin, 27 September 2021 | 11:34 WIB

Tren Bisnis Auto Cuan Diperkenalkan

Minggu, 26 September 2021 | 19:22 WIB

Asuransi Syariah atau Konvensional? Ini Perbedaannya!

Minggu, 26 September 2021 | 10:36 WIB
X