Peningkatan Produktivitas dan Mutu, Kunci Daya Saing Kedelai Nasional

- Selasa, 10 Agustus 2021 | 14:10 WIB
Ilustrasi kedelai./Pixabay/bigfatcat
Ilustrasi kedelai./Pixabay/bigfatcat

JAKARTA, suaramerdeka.com - Untuk meningkatkan produktivitas dan mutu kedelai nasional diperlukan usaha konsisten.

Bukan saja untuk meningkatkan daya saingnya, tetapi juga mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor untuk komoditas ini.

“Di samping perlu untuk terintegrasi dengan pasar internasional, Indonesia juga harus mengupayakan peningkatan produktivitas kedelai dalam negeri untuk meminimalisir dampak fluktuasi harga yang terjadi di pasar internasional. Peningkatan produktivitas dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing,” ujar Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Indra Setiawan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi kedelai nasional hanya mencapai 632.300 ton di tahun 2020. Sementara jumlah impor di tahun yang sama mencapai 2.475.286 ton.

Baca Juga: Prokes Ketat, Sidang Tahunan MPR Hanya Akan Dihadiri 60 Orang

Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), kebutuhan rata-rata masyarakat Indonesia mencapai 3,2 juta ton per tahun. Kesenjangan antara kebutuhan dengan ketersediaan tersebut harus dipenuhi lewat impor.

Namun pasokan kedelai Indonesia juga terancam di saat harga kedelai dunia mengalami fluktuasi, sebagaimana diungkapkan Indra.

Penelitian CIPS menunjukkan, perlunya evaluasi terkait berbagai intervensi yang dilakukan pada budidaya kedelai.

Kontribusi pupuk pada produktivitas kedelai tidak terlalu signifikan karena skala budidaya kedelai tidak seluas padi dan jagung.

Baca Juga: Model Perkuliahan Adaptasi, Strategi Hadapi Tantangan Zaman

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X