Persiapkan Visi Logistik Indonesia 2025, Ini Tantangan dan Permasalahan Angkutan Multimoda

- Selasa, 10 Agustus 2021 | 11:25 WIB
Dirjen Perhubungan Darat Drs. Budi Setiyadi, S.H., M.Si. (suaramerdeka.com / dok)
Dirjen Perhubungan Darat Drs. Budi Setiyadi, S.H., M.Si. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Dalam mempersiapkan visi logistik Indonesia di 2025, Indonesian Multimodal Transport Association (IMTA) menggelar webinar bertema 'Transportasi Multimodal Dalam Mewujudkan Visi Logistik Indonesia 2025'.

Di webinar ini, hadir sebagai narasumber, Dirjen Perhubungan Darat Drs. Budi Setiyadi, S.H., M.Si sebagai Keynote Speaker, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Ayodhia G L Kalake

Kemudian, Staf Ahli Menteri Bidang Logistik, Multimoda dan Kes Phb Dr. H. Cris Kuntadi, SE, MM, Akademisi Institut Teknologi Sepuluh November Dr. Saut Gurning, VP Terminal PT Kereta Api Logistik, Didik Harijanto.

Dirjen Perhubungan Darat Drs. Budi Setiyadi, S.H., M.Si dalam sambutannya mengatakan, angkutan multimoda saat ini memiliki tantangan tersendiri.

Baca Juga: Kejari Yogyakarta Sidik Dugaan Korupsi Kredit Bank Jateng, Kasi Pidsus: belum Ada Tersangka

Pertama, masalah dalam keterpaduan jaringan prasarana. Kedua, masalah dalam keterpaduan jaringan pelayanan. Ketiga, masalah dalam pembinaan dan pengembangan usaha multimoda.

"Optimasi kapasitas pelabuhan dan pengembangan interkoneksi dengan hinterland dan hubungan internasional bisa jadi cara peningkatan keterpaduan jaringan prasarana," ujar Budi di Jakarta, baru-baru ini.

Dr. Cris Kuntadi, Staf Ahli Menteri Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Perhubungan menjelaskan sejumlah permasalahan transportasi antarmoda/multimoda yang saat ini terjadi.

Dikatakannya, ada tiga masalah utama permasalahan transportasi antarmoda/multimoda. Pertama keterpaduan jaringan prasarana.

Baca Juga: Krisdayanti Setuju PPKM Diperpanjang: Saya Rasa Masih Harus Dilanjutkan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X